Rahasia Suku Tsimane Punya Jantung Tersehat di Dunia

Oleh Azwar Anas pada 05 Mei 2017, 15:36 WIB
Diperbarui 07 Mei 2017, 15:15 WIB
Suku Tsiname

Liputan6.com, Jakarta Serangan jantung menjadi pembunuh nomer satu manusia-manusia modern. Gaya hidup tak sehat dianggap menjadi pemicu utama, seseorang terkena serangan jantung.

Namun di tengah tingginya serangan jantung di dunia, ada satu suku yang hingga sekarang dinobatkan sebagai suku dengan jantung paling sehat di dunia. Nyaris tak seorang pun dalam suku itu yang terkena riwayat penyakit jantung.

Namanya Suku Tsimane yang hidup di negara Bolivia, Amerika Selatan. Ketenarannya mengundang rasa penasaran Prof. Hillard Kaplan dari University of Mexico. Kaplan melakukan studi dan mempublikasikannya di jurnal The Lancet.

Dalam laporan itu, Kaplan menyebutkan bahwa orang-orang Suku Tsimane di Bolivia terkenal memiliki pembuluh darah paling sehat di dunia sehingga jantung mereka pun ikut sehat. Kaplan menyatakan, hal itu dipengaruhi oleh gaya hidup orang Tsimane.

Profesor Kaplan dan peneliti lainnya yang melakukan studi observasi, mengunjungi 85 desa di Suku Tsimane untuk memeriksa risiko penyakit jantung setiap penduduk dengan melakukan CT Scan.

"Hasilnya 9 dari 10 orang di sana tidak memiliki risiko terkena serangan jantung," ujarnya.

Penelitian ini melibatkan pemeriksaan jantung terhadap 705 orang dewasa berusia 40-94 tahun. Jika dipresentase, hanya ada 13% yang memiliki risiko rendah, 3% lainnya memiliki risiko tingkat sedang.

"Penduduk berusia 75 tahu hanya memiliki peluang 8% terkena risiko penyakit jantung," ujarnya.

Hal itu menunjukkan, orang dengan usia lanjut di Suku Tsimane tak memiliki peluang terkena risiko penyakit jantung. Lantas apa yang membuat mereka memiliki, jantung yang sehat?

Kaplan menjabarkan, semua itu karena gaya hidup Suku Tsimane yang sehat. Mereka tidak memakan lemak jenuh dan  makanan olahan. Suku Tsimane lebih banyak memakan makanan alami seperti hasil buruan.

"Mereka menangkap ikan dan tidak merokok," ujarnya.

Studi menunjukkan pola hidup yang seperti itu membuat pembuluh darah mereka mengeras sehingga tidak rentan dengan serangan jantung. Mereka lebih banyak melakukan aktivitas-aktivitas fisik dibanding dengan manusia modern.

(war)

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6