Penemuan Kalkulator Desimal Tertua di Dunia, Seperti Apa?

Oleh Sulung Lahitani pada 26 Apr 2017, 13:00 WIB
Diperbarui 28 Apr 2017, 12:14 WIB
Penemuan Kalkulator Desimal Tertua di Dunia, Seperti Apa?

Liputan6.com, Beijing - Satu set potongan bambu yang digunakan lebih dari 2.300 tahun yang lalu, telah dikonfirmasi sebagai kalkulator pertama di dunia. Berdasarkan Guinness Book of World Records, bambu tersebut terdaftar sebagai alat perhitungan desimal pertama di dunia.

Sebanyak 21 lembaran tipis bambu tersebut diperkirakan berasal dari tahun 305 SM selama Periode Warring States. Tiap lembaran berukuran panjang 43,5 sentimeter dan lebar 1,2 sentimer.

Melansir dari Xinhua, orang-orang pada masa tersebut diperkirakan terbiasa melakukan perhitungan. Kalkulator sederhana itu uniknya memungkinkan seseorang untuk melipatgandakan dan membagi dua bilangan bulat di bawah 100 dan pecahan tertentu.

Kalkulator sederhana itu disumbangkan oleh alumni Universitas Tsinghua pada tahun 2008. Kalkulator yang memiliki 21 slip lebih menonjol dibanding yang lainnya karena satu-satunya yang ditulis dengan angka dalam huruf Cina kuno.

Li Xueqin, seorang ahli di Universitas Tsinghua mengatakan bahwa desimal tidak digunakan di negara-negara Eropa sampai abad ke-15.

"Potongan bambu itu mungkin digunakan untuk perdagangan atau untuk menghitung luas permukaan petak tanah," ujar Li.

Slip bambu tersebut telah digambarkan sebagai dokumen matematika paling awal di Tiongkok. Sebelum direkostruksi oleh Guinness sebagai alat perhitungan desimal pertama di dunia, mereka sebelumnya dijuluki sebagai artefak paling awal di dunia dari tabel perkalian desimal oleh sejarawan matematika Amerika.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini.

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6.

Video Pilihan Hari Ini

Penemuan Bayi di Atas Genting Rumah Warga