Di Korea Utara Hanya Ada 28 Website, Siapa Pemiliknya?

Oleh Azwar Anas pada 22 Sep 2016, 13:30 WIB
Diperbarui 22 Sep 2016, 13:30 WIB
Kim jong-un
Perbesar
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memberikan arahan di Sci-Tech Complex di Pyongyang, 28 Oktober 2015 (Sumber: Business Insider/ North Korea's Korean Central News Agency (KCNA))

Liputan6.com, Jakarta Republik Demokraitk Rakyat Korea atau yang dikenal dengan Korea Utara terkenal sangat tertutup. Pemerintah Korea Utara bahkan membatasi warganya untuk berhubungan dengan negara di luar Korea Utara.

Salah satu cara paling mudah untuk mendapatkan informasi dari luar adalah dengan internet. Namun rupanya, negara yang dipimpin oleh Kim Jong Un itu juga sangat membatasi ruang internet.

Dilansir GitHub, saking tertutupnya hanya ada 28 webiste di Korea Utara. Hal itu diketahui dari kebocoran server yang memegang kendali informasi terhadap nama domain yang ada di Korea Utara.

Sebagian besar domain-domain yang ada pun hanya berkaitan dengan lembaga pemerintah. Nama-nama website itu tertera domain Korea, yakni .com.kp. Situs-situs yang terdaftar itu konon katanya juga  sangat sulit untuk diakses.

Situs-situs itu di antaranya, aikoryo.com.kp, cooks.org.kp. friend.com.kp. gnu.rep.kp. kass.org.kp. kcna.kp. kiyctc.com.kp. knic.com.kp. koredufund.org.kp. korelcfund.org.kp. korfilm.com.kp. ma.gov.kp. masikryong.com.kp. naenara.com.kp. nta.gov.kp. portal.net.kp. rcc.net.kp. rep.kp. rodong.rep.kp. ryongnamsan.edu.kp. sdprk.org.kp. silibank.net.kp. star-co.net.kp. star-di.net.kp. star.co.kp. star.edu.kp. star.net.kp., dan vok.rep.kp.

Peniliti Keamanan DNS, Matt Bryant mengatakan kebocoran informasi dari server seperti itu membuat kondisi query tetap terbuka. Padahal seharusnya data seperti hanya boleh diketahui oleh pemilik website saja. "Terlebih untuk mengetahui data file zona DNS, biasanya hanya diketahui oleh pendaftar domain atau lembaga pemerintah," ujarnya.

Dengan hanya 28 website yang ada, bayangkan betapa sangat terbatasnya informasi dari internet yang dapat diakses oleh warga Korea Utara. Jangankan bermain-main dengan media sosial, brwosing data pun mungkin akan sulit untuk dilakukan. Bagaimana menurutmu?

(War)