Surat Menyedihkan dari Ibu yang Putrinya Tewas karena Narkoba

Oleh Sulung Lahitani pada 14 Sep 2016, 20:55 WIB
Diperbarui 14 Sep 2016, 20:55 WIB
Narkoba Membunuh Putrinya, Ibu Ini Tulis Surat Menyedihkan
Perbesar
Seorang ibu yang kehilangan anak karena narkoba menulis surat menyedihkan yang ditujukan bagi pengedar narkoba

Liputan6.com, Jakarta Tiga tahun berlalu sejak putri Tina Louden, Ashley, meninggal karena overdosis narkoba. Sejak saat itu, Tina melalui hari-harinya dalam kesendirian, merindukan putrinya lebih dari apapun.

Namun pada hari ulang tahun ke-28 Ashley, Tina tak lagi bisa menahan remuk akibat kehilangan putri tercinta. Dia memutuskan untuk memberitahu dunia bagaimana putrinya meninggal, serta pesan untuk pengedar narkoba yang menjual narkoba pada anaknya.

Melansir dari Viral4Real, Rabu (14/09/2016), Ashley mulai menyalahgunakan penggunaan obat-obatan saat ia masih remaja. Lalu ia pindah mengonsumsi heroin. Menurut Tina, Ashley pernah mencoba untuk berhenti mengonsumsi narkoba.

Demi kedua orang putrinya, Ashley yang waktu itu telah menikah, mencoba berhenti narkoba selama lima tahun. Namun mereka tidak memiliki dana untuk meminta bantuan profesional. Hal ini menjadi ruang bagi Ashley untuk jatuh kembali di lubang yang sama. Ashley tewas sebulan sebelum ulang tahunnya yang ke-25.

Kembali ke Tina, dalam kesedihannya, ia mengunggah foto dirinya memeluk guci abu putri tercinta. Bersama foto tersebut, Tina menulis pesan pada pengedar narkoba.

 

 

 

"Untuk pengedar yang menjual narkoba pada putriku, begini caraku merayakan ulang tahun putriku kini. Bagaimana bisa kau hidup normal? Hanya itu yang ingin kuketahui.

Aku tak begitu sering mengunggah foto seperti ini. Tapi semoga foto ini viral sehingga semua pengedar narkoba tahu apa yang mereka lakukan pada keluarga yang ditinggalkan."

Foto serta surat menyedihkan tersebut menyentuh hati banyak orang. Setidaknya, telah dibagikan lebih dari 256.000 kali. Orang-orang pun ikut menceritakan kesedihan mereka ditinggalkan keluarga yang tewas akibat narkoba.

"Narkoba tidak pernah membeda-bedakan. Ia mengambil si kaya dan si miskin, si baik dan si jahat; tak peduli siapa pun Anda," tutup Tina.

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6