Bukti Kecintaan Bung Hatta Terhadap Buku

Oleh Rina Nurjanah pada 04 Okt 2015, 11:30 WIB
Diperbarui 04 Okt 2015, 11:30 WIB
[Bintang] Bung Hatta
Perbesar
Moch Hatta | Via: wikipedia.com

Citizen6, Jakarta Buku, bagi Wakil Presiden pertama Indonesia ini ibarat harta karun yang tak ternilai harganya. Kecintaannya terhadap buku menunjukan kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan, dan sungguh ia tunjukan denga sikap nyata. Berikut ini beberapa sikap Bung Hatta yang benar-benar menunjukannya kecintaannya terhadap buku sebagai sebagai jendela dunia :

1. Dari Belanda Hingga Indonesia

Hatta menyukai buku sejak usia muda, 17 tahun dimana dia mulai mengoleksi buku-buku.  Pada saat berkualiha di negeri Belanda, koleksi bukunya semakin bertambah. Hingga pada saat pulang ke Indonesia, total semua koleksi bukunya mencapai 16 peti. Buku yang berjumlah 16 peti dibawa kemanapun ia pergi, mulai dari pengasingan di Boven Digul, Banda Neira, hingga Bangka dan kembali ke ibukota. 

2. Merawat Buku

Ketika Bung Hatta mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wakil presiden, dia kembali pulang ke rumah pribadinya. Sang supir yang bernama Munthalib diminta untuk membereskan dan menyusun buku-buku Hatta ke dalam rak. Setelah selesai, Hatta melihat ada satu buku yang diletakan berdiri namun terbalik. Segera Bung Hatta menyindir Munthalib dengan mengatakan, "Lib, orang berjalan itu tidak dengan kepala di bawah". Kemudian ada seorang keponakannya yang meminjam buku dan melipat salah satu halaman buku yang dipinjamnya. Begitu Bung Hatta tahu, dia segera meminta dibelikan buku baru yang sama.

3. Mas Kawin Sebuah Buku

Bung Hatta sempat berjanji bahwa dirinya tidak akan menikah sebelum Indonesia merdeka. Maka hal tersebut ditepatinya dengan menikah 3 bulan setelah proklamasi kemerdekaan. Di usia 43 tahun, dengan bantuan Bung Karno, Hatta diperkalkan pada Rahmi. Hatta mempersembahkan sebuah buku menyoal filsafat yang ia susun sendiri berjudul, Alam Pikiran Yunani. Tentu saja hal tersebut sontak membuat orang tuanya kaget, namun Hata bersikeras. Cintanya pada buku dan pengetahuan membuatnya yakin, buku dari hasil kerja dan pemikirannya sendiri lebih berharga sebagai bukti cinta dari pada harta benda lainnya.

Sikap-sikap Bung Hatta yang tergolong ajaib ini bisa kamu temukan dalam buku biografinya berjudul, "Bung Hatta, Pribadinya dalam Kenangan". Buku ini berisi kenangan pada sahabat hingga keluarga tentang Bung Hatta. Pribadinya yang sederhana dan bijaksana dapat kita tangkap dalam lagu Bung Hatta karya Iwan Fals. Kiranya sulit kini menemukan sosok seorang Hatta diantara para pemimpin negeri yang kini berkuasa. (rn)