Beratnya Perjuangan Minoritas Muslim Saat Berpuasa di 6 Negara

Oleh Yulia Lisnawati pada 30 Jun 2015, 12:32 WIB
Diperbarui 30 Jun 2015, 12:32 WIB
6 Perjuangan Muslim Saat Berpuasa di Negara Minoritas Islam
Perbesar
Melakukan berbagai ibadah Ramadan seperti puasa dan sholat taraweh di negara mayoritas muslim seperti Indonesia sudah sepatutnya di syukuri.

Citizen6, Jakarta Sebanyak 1,6 miliar umat Islam di muka bumi saat ini sedang menjalani bulan suci Ramadan yang penuh berkah. Melakukan berbagai ibadah Ramadan seperti puasa dan sholat taraweh di negara mayoritas muslim seperti Indonesia sudah sepatutnya di syukuri. Sebab, bisa dijalankan dengan tenang dan lebih khusuk tanpa ada hambatan berarti.

Namun, berbeda dengan umat muslim lainnya yang ada di negara minoritas penduduk muslim. Untuk bisa berpuasa dan taraweh saja perlu perjuangan yang tidak mudah. Bahkan ada yang dilarang menjalankan ibadah puasa. Berikut ulasannya.

1. Muslim Uighur di Tiongkok dipaksa tidak berpuasa

Yang pertama perjuangan para muslim Uighur yang tinggal di wilayah Xingjiang, Tiongkok. Dari tahun ke tahun mereka selalu mendapatkan hambatan dari pemerintah setempat saat memasuki bulan Ramadan. Termasuk bulan Ramadhan tahun ini, para pegawai negeri sipil di provinsi Xnjiang kembali mendapat surat edaran dari partai komunis Tiongkok. Pemerintah pusat mewajibkan mereka melarang setiap aktivitas Ramadan termasuk puasa wajib bagi setiap umat muslim.

Para PNS tersebut termasuk yang muslim di himbau agar membuat selembaran tertulis dan menyampaikan langsung ke rumah-rumah warga tentang larangan berpuasa di bulan Ramadan. Serta larangan menghadiri aktivitas keagamaan. Sedangkan tahun lalu pemerintah Tiongkok melarang pelajar muslim di provinsi Xingjiang berpuasa Ramadan. Mereka dipaksa makan di siang hari oleh otoritas lokal. Selengkapnya bisa Anda baca di sini. (ul/kw)

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini