Kontes Kecantikan Telah ada Sejak Zaman Yunani Kuno

Oleh Rina Nurjanah pada 27 Jan 2015, 16:10 WIB
Diperbarui 27 Jan 2015, 16:10 WIB
Judgement of Paris
Perbesar

Citizen6, Jakarta Selesai sudah perhelatan salah satu kontes kecantikan bergengsi di dunia, Miss Universe. Paulina Vega, kontestan yang berasal dari Kolumbia keluar sebagai pemenang untuk Miss Universe 2015 ini. Kecantikan menjadi hal yang terus kita upayakan dan kita definisikan ulang dari zaman ke zaman. Kontes kecantikan pun konon tidak hanya terjadi di era modern tapi pernah juga diselenggarakan oleh Zeus, Raja dari segala dewa.

Cerita ini bermula di sebuah pernikahan Peleus dan Thetis, seorang pahlawan besar yang berhasil menikahi Dewi Laut. Pernikahan yang diselenggarakan di Gunung Pelion ini mengundang semua dewa-dewi kecuali Eris, Dewi Kekacauan. Eris pun akhirnya marah karena hanya dia yang tidak diundang datang di pesta pernikahan tersebut. Dengan penuh emosi dia mendatangi acara pernikahan itu.

Eris datang dan masuk di tengah-tengah acara pesta lalu melemparkan buah Apel Emas yang terjatuh diantara tiga dewi cantik, Hera, Athena dan Aphrodite sambil mengatakan "for the fairest" yang otomatis menjadi rebutan dewi-dewi tersebut. Agar tidak menimbulkan pertikaian, Zeus meminta Paris yang terkenal karena kecerdasannya sebagai penengah di antara ketiga dewi-dewi tersebut.

Syahdan, penentuan siapa yang berhak mendapatkan Apel Emas ini diselenggarakan di puncak Gunung Ida dengan Paris yang bertindak sebagai hakimnya. Cahaya kecantikan dewi-dewi ini sangat menyilaukan hingga membuat mata Paris sempat buta sebelum akhirnya normal kembali. 

Para dewi-dewi yang memiliki kualitas kecantikan yang berbeda-beda ini berkompetisi untuk mendapatkan anugerah Apel Emas tersebut. Hera, yang juga istri dari Zeus menawarkan kekuasaan dan kekayaan jika Apel Emas tersebut jatuh padanya. Mendengar hal tersebut Paris sangat bersemangat membayangkan seberapa besar kekuasaan yang mampu dia peroleh.

Kemudian Athena, Dewi Perang, menawarkan kemenangan pada setiap pertempuran disertai kemuliaan dan kebijaksanaan. Suatu kualitas tinggi yang ingin dimiliki oleh semua pria kala itu. Giliran Aphrodite, Dewi Cinta yang menawarkan perempuan tercantik di dunia untuk bisa diperistri oleh Paris. Paris terpesona oleh kemolekan Dewi Aphrodite dan bujuk rayunya, tanpa berpikir panjang dia menyerahkan Apel Emas tersebut kepada Aphrodite. Cerita ini kemudian disebut The Judgement of Paris yang mengajarkan banyak hal pada kita jika kita telaah lebih dalam.

Perempuan tercantik yang dijanjikan oleh Aphrodite adalah Helen, istri dari seorang penguasa Kerajaan Yunani, Menelaus. Cerita ini kemudian menjadi awal kisah terjadinya Perang Trojan.