GIPI, Menginspirasi Pemuda Indonesia untuk Berinovasi

Oleh Maria Flora pada 11 Mar 2014, 09:35 WIB
Diperbarui 11 Mar 2014, 09:35 WIB
GIPI, Mengajak Pemuda Indonesia untuk Berkreasi dan Berinovasi
Perbesar
Acara Gebyar Inovasi Pemuda Indonesia (GIPI) II 2014 diselenggarakan di Grha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM).

Citizen6, Yogyakarta Acara Gebyar Inovasi Pemuda Indonesia (GIPI) II 2014 diselenggarakan di Grha Sabha  Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM). Dihadiri lebih dari 3.000 pemuda intelek Indonesia dari berbagai penjuru, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Pemuda-pemuda tersebut berasal dari berbagai kampus, instansi pemerintah, instansi swasta, dan lembaga swada masyarakat. Acara tersebut dihadiri pula oleh para tokoh-tokoh pemerintah, di antaranya, Ir H Tifatul Sembiring (Menkominfo RI),  Suharna Surapranata (Menristek RI 2009-2011), Henri Subiakto (Staf Ahli Bidang Media Massa Menkominfo), Momon Sadiyatmo (Asisten Deputi Iptek Untuk Masyarakat Ristek), Nada Marsudi (Asisten Deputi Hubungan Internasional Ristek), dan Didik Ahmadi (Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia).

"Hal ini penting untuk didukung sebagai ajang berbagi pengalaman dan pengetahuan para pemuda," ujar Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM, Prof Ir  Dwikora Karnawati,  saat sambutan acara pembukaan. Di samping itu, sambutan Ketua MITI Pusat, Dr Warsito P Taruno juga mengutarakan pentingnya sistem guna menjamin transformasi teknologi.    

Kuliah umum sebagai salah satu rangkaian kegiatan GIPI diisi langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informasi RI, Ir H Tifatul Sembiring. Dalam kuliah umumnya disebutkan,"Pemuda harus mencermati dengan serius gelombang informasi dan teknologi kekinian". Secara umum, Tifatul Sembiring juga mengungkapkan masa depan Indonesia terkait dengan peluang dan tantangannya.

Selain kuliah umum, juga ada international conference yang merupakan acara utama GIPI II 2014. Pemateri kunci international conference (keynote speakers) yakni Prof Franz Gelbke dari Jerman, Dr Tofael Ahamed dari Jepang, Prof  Dr Subagus Wahyuono dari Indonesia, dan Dr Warsito P Taruno dari Indonesia.

Tema yang diangkat ialah inovasi ilmu dan teknologi untuk kedaulatan pangan, energi, dan kesehatan. Menghiasi acara International Coference, juga dilaksanakan International Youth Expo yang juga ditempatkan di Grha Sabha Pramana UGM.  

Selanjutnya, diadakan launching e-journal mahasiswa pascasarjana oleh Jurnal Paradigma Himpunan Mahasiswa Pascasarjana UGM dan pengumuman pemenang MITI Awards. E-journal Paradigma diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa pascasarjana Indonesia, sedangkan MITI Awards diberikan kepada mahasiswa dan unit kegiatan mahasiswa yang berprestasi di bidang penelitian dan penalaran.

Prio Santoso, selaku ketua panitia mengaharapkan ajang GIPI kali ini dapat menginspirasi seluruh pemuda Indonesia untuk selalu berkreasi dan berinovasi demi kemajuan bangsa. GIPI II sendiri diselenggarakan oleh Masyarakat Ilmuwan dan Tekhnolog Indonesia (MITI), Himpunan Mahasiswa Pascasarjana UGM, dan UKM Gama Cendekia UGM (Humas/GIPI/mar)

Penulis
Nasrul Haq
Yogyakarta, nasrulhaxxx@gmail.com

Baca juga:
`Spesies yang Punah Tak Dapat Diciptakan Lagi`
Relawan UGM Bantu Distribusi Logistik di Kudus
Mahasiswa UGM Fasilitasi Layanan Kesehatan Banjir Bekasi


Disclaimer:

Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.

Anda juga bisa mengirimkan link postingan terbaru blog Anda atau artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas, kesehatan, keuangan, wisata, kuliner, gaya hidup, sosial media, dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya