Simak, Kumpulan Hoaks Terbaru Seputar Anies Baswedan

Oleh Adyaksa Vidi pada 07 Okt 2022, 15:00 WIB
Diperbarui 07 Okt 2022, 15:00 WIB
Ilustrasi hoax
Perbesar
Ilustrasi hoaks seputar Anies Baswedan.

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks terkait Pilpres 2024 mulai beredar di masyarakat, salah satunya yang mengarah pada Anies Baswedan. Hoaks ini menyebar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.

Lalu apa saja hoaks seputar Anies Baswedan terbaru? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Tidak Benar Muhammadiyah Usung Anies Baswedan untuk Pilpres 2024

Beredar di media sosial postingan yang mengklaim Muhammadiyah mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) 2024. Postingan ini beredar sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 29 September 2022.

Dalam postingannya terdapat potongan video berjudul "Sah!! Muhammadiyah resmi usung Anies di Pilpres 2024"

Akun itu menambahkan narasi "SERBA SERBI PEMIMPIN TERBAIK SAAT INI , MESKI TERUS DIJEGAL NEO PKI BAHKAN BAWASLU IKUTAN JUGA !! BACALON AJA BELUM APALAGI CAPRES KOK SDH DITINDAK LANJUTI BAWASLU , KETOROMEN NEK BAWASLU ANTEK REZIM ANTEK CUKONG"

Lalu benarkah postingan yang mengklaim Muhammadiyah mengusung Anies Baswedan sebagai capres 2024? Simak dalam artikel berikut ini...

2. Cek Fakta: Tidak Benar Tidak Ada Stasiun TV yang Meliput Anies Baswedan Pimpin Upacara HUT RI ke-77 di Monas

Beredar di media sosial postingan yang mengklaim tidak ada media televisi yang meliput upacara HUT Kemerdekaan RI ke-77 di Monas yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.

Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 18 Agustus 2022.

Dalam postingannya terdapat berita dari Kompas.com berjudul "HUT ke-77 RI, Gubernur Anies Pimpin Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Monas".

Akun itu menambahkan narasi,

"Gubernur DKI Anies Baswedan Memimpin pengibaran bendera raksasa merah putih di Monas

media tv tidak ada yang meliput

Merdeka negeri ku"

Lalu benarkah postingan yang mengklaim tidak ada media televisi yang meliput upacara HUT Kemerdekaan RI ke-77 di Monas yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Tidak Benar Pesan Berantai Anies Baswedan Ajak Melakukan Gerakan 1821

Beredar di media sosial dan aplikasi percakapan pesan berantai yang berisi ajakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan gerakan 1821. Pesan berantai ini beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 1 Agustus 2022.

Berikut isi pesan berantai tersebut:

"*PESAN DARI ANIES BASWEDAN ,1821**

Yth : Para Orang Tua di Seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia**Dan**Dinas Pendidikan šŸ˜˜

*Memperhatikan Hiruk Pikuknya per HP an....saya usul ( mohon responnya ) dilakukan šŸ˜˜*"GERAKAN 1821"**Para Ayah dan Bunda yang baik hati, khususnya yg mempunyai anak SMA ke bawah (SMP, SD, TK)..., betapa dasyatnya pengaruh HP terhadap perkembangan anak-anak kita.

**Anak-anak semakin egois,

* *susah dikendalikan dan terkena dampak negatif lainnya.

**Untuk itu mari kita Lawan dengan "Gerakan 1821".

**Apa itu "Gerakan 1821"?

**Gerakan 1821 adalah himbauan kepada para orangtua untuk melakukan puasa gadget/HP,**hanya 3 jam saja, yaitu mulai jam 18.00 s/d 21.00.

* *Simpan dulu HP-mu Ayah, Bunda, simpan dulu BB, Tab dan laptop nya.

**Temanilah anak-anak kita,**hanya 3 jam saja.**Bersama mereka,**dengan sepenuh hati..sepenuh jiwa & raga kita.**Apa yang harus dilakukan selama 3 jam?

**3B: Bermain, Belajar, Berdoa**Iya, cuma 3 jam dan 3B saja.**Bermain apa saja,**boleh mainan tradisional, bermain petak umpet, tebak-tebakan, pokoknya apa saja.**Bisa juga menemani mereka belajar.**Belajar agama dan apa saja yg positif.**Bisa mengerjakan PR, belajar ilmu baru, berbagi pengalaman pengetahuan dan yang lainnya.**Juga bisa diisi dengan banyak ngobrol.

**Bicara, bicara, dan bicara.* *Ajak anak-anak bicara.* *Topiknya bisa apa saja.**Lebih utama bicara tentang mereka, pengalaman mereka, keinginan mereka, pokoknya apa saja.**Hanya 3B : bermain, belajar, berdoa, dan tidak semuanya harus dilakukan pada saat yang sama, bisa dijadwal dan dibuat se-enjoy mungkin.**Bisa dikombinasikan.**Pilih aktivitas yang nyaman dilakukan bersama.

**Mari Ayah ... ayo Bunda.

**Puasa gadget/HP dan TV..

**Hanya 3 jam saja.**Jam 18 s/d 21 saja!**Ingat ya...1821...!**Mari kita coba...!

**Semoga Bermanfaat....!

**(Sharing gerakan ini yang digagas oleh program PSPA nya Program Sekolah Pengasuhan Anak.)*(Minta Tolong disebar luaskan dilingkungan para Guru dan disampaikan kpd para Ortu)

*Demi Anak2 Kita*šŸ™šŸ™šŸ™Ttd.

*(Anies Baswedan)"

Lalu benarkah pesan berantai berisi ajakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan gerakan 1821? Simak dalam artikel berikut ini...

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya