Akibat Disinformasi, Warga Negara AS Ragu Jalani Vaksinasi

Oleh Hani Safanja pada 04 Okt 2022, 19:30 WIB
Diperbarui 04 Okt 2022, 19:30 WIB
ilustrasi vaksin
Perbesar
ilustrasi vaksin. Photo by Daniel Schludi on Unsplash

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas kesehatan Amerika Serikat (AS) mengungkapkan, pada akhir September 2022, hanya 31% anak-anak berusia 5 hingga 11 tahun yang telah menyelesaikan serangkaian vaksinasi utama terhadap Covid-19.

Adapun pemberian vaksin untuk orang dewasa telah mencapai angka 78%. Perbedaan drastis ini, menurut jurnal terbuka Annenberg Public Policy Center (APPC) dari Universitas Pennsylvania, AS, berkaitan dengan penerimaan disinformasi mengenai vaksinasi Covid

Para peneliti menemukan, keraguan orang dewasa AS untuk vaksinasi Covid-19 dikaitkan dengan ketidakpercayaan tentang vaksin secara umum, seperti bahwa vaksin mengandung racun seperti antibeku, dan tentang vaksin tertentu, seperti ketakutan bahwa vaksin campak, gondok, dan rubella (MMR).

Penelitian ini mengacu kepada empat gelombang survei probabilitas nasional yang dilakukan dengan lebih dari 1.600 orang dewasa AS untuk APPC oleh perusahaan riset independen SSRS. Gelombang tersebut terjadi pada April, Juni, dan September 2021, serta Januari 2022.

“Kekhawatiran tentang keamanan vaksin jelas merupakan prediktor kuat keengganan untuk memvaksinasi diri sendiri dan anak-anak,” tutur Kathleen Hall Jamieson, Direktur Pusat Kebijakan Publik Annenberg, dilansir news-medical.net, Selasa (04/20/2022). 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya