Waspada Hoaks Memecah Kesatuan, Pemerintah Papua Minta Masyarakat Jeli Konsumsi Informasi

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 30 Sep 2022, 17:00 WIB
Diperbarui 30 Sep 2022, 17:00 WIB
Mendagri Pimpin Apel Bersama Lawan Kampanye Hoax dan Berujar Kebencian
Perbesar
Aparatur Sipil Negara dari Kemendagri dan BNPP saat apel bersama lawan kampanye hoax dan berujar kebencian di lingkungan Kemendagri dan BNPP di Lapangan Monas, Jakarta, Jumat (15/2). Apel dipimpin Mendagri, Tjahjo Kumolo. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta- Pemerintah Provinsi Papua mengimbau warga di wilayahnya untuk mewaspadai hoaks atau berita bohong pemecah belah kesatuan bangsa yang belakangan ini disebar lewat media sosial (medsos).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto, mengatakan, masyarakat perlu pro aktif mengecek kebenaran dari setiap informasi yang muncul di media sosial, sebelum meneruskannya ke publik. Sebab jika tidak, secara tidak langsung mereka justru akan ikut menyebarkan hoaks lewat medsos miliknya.

“Misalnya dia dapat informasi hoaks di medsos lalu dia teruskan lagi lewat akun pribadi miliknya tanpa mengecek kebenaran info itu. Ini yang kita takutkan, sehingga kita harap masyarakat jangan mudah percaya segala bentuk pemberitaan di media sosial, baik itu dalam bentuk gambar atau berita yang belum jelas kebenarannya,” kata Jeri dikutip dari situs resmi Pemerintah Provinsi Papua, Jumat (30/9/2022).

Jeri pun mengimbau warga untuk lebih bijak menggunakan media sosial atas situasi yang ada saat ini. Pasalnya, tujuan hoaks selain memecah belah, adalah untuk memprovokasi sehingga muncul konflik yang akan mengganggu keamanan dan ketertiban daerah.

“Mari kita saling menghargai satu dengan lainnya serta lebih bijak mengelola media sosial atas situasi yang ada saat ini,” tambahnya lagi.

Sementara menyoal aktivitas pemerintahan dan pelayanan kemasyarakatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, Jeri pastikan tetap berjalan seperti biasa.

“Aktifitas pemerintahan berjalan normal dan memang tidak ada arahan atau instruksi dari pimpinan untuk meliburkan ASN terkait aksi unjuk rasa tersebut,” pungkasnya.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Pemprov Papua Imbau Masyarakat Waspadai Hoaks yang Memprovokasi

Pemerintah Provinsi Papua mengimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan adanya berita bohong atau hoaks yang kini beredar via pesan WhatsApp di Bumi Cenderawasih.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Umum dan Protokol Setda Provinsi Papua Elpius Hugi mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan adanya pesan berantai yang berisi imbauan untuk berjaga-jaga terkait unjuk rasa pada Selasa (20/9).

"Perlu diketahui bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks," kata Elpius, dikutip dari Antara, Rabu (21/9/2022).

Menurut Elpius, berita bohong yang menebar ketakutan itu adalah perbuatan orang-orang tidak bertanggung jawab untuk mengadu domba warga di Papua yang merupakan saudara sebangsa setanah air.

“Kami meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dan terprovokasi dengan berita-berita bohong semua itu dan sama-sama menjaga kedamaian di Tanah Papua,” ujarnya.

Dia menambahkan, orang Papua mempunyai budaya sopan dan menghargai semua suku yang ada, apalagi Bumi Cenderawasih sebagai tanah damai.

Untuk diketahui, beredar imbauan lewat pesan WhatsApp dari pihak yang menamakan diri Gerakan Masyarakat Nusantara di Papua yang intinya mengajak masyarakat menyiapkan diri terkait rencana unjuk rasa kelompok Koalisi Rakyat Papua.

Pihak kepolisian pun telah menyatakan pesan berantai tersebut adalah hoaks dan mengimbau masyarakat untuk tidak memercayai sekaligus tidak terprovokasi.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya