Cek Fakta: Tidak Benar Ini Video Demo Rusuh Tolak Kenaikan Harga BBM pada 22 September 2022

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 25 Sep 2022, 15:00 WIB
Diperbarui 25 Sep 2022, 15:00 WIB
Tangkapan layar  klaim video demo rusuh menolak kenaikan harga BBM pada 22 September 2022
Perbesar
Penelusuran klaim video demo rusuh menolak kenaikan harga BBM pada 22 September 2022

Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video demo rusuh menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 22 September. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 22 September 2022.

Unggahan klaim video demo rusuh menolak kenaikan harga BBM pada 22 September 2022 tersebut menampilkan sejumlah orang terlihat berkerubung di area terbuka di antara gedung dan bangunan, dalam video tersebut terlihat sebuah bangunan di sudut ruang terbuka tersebut terbakar. Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"ADA KABAR DARI IBUKOTA NEGARA DAN KALIAN TIDAK AKAN MENEMUKAN BERITA INI DITV-TV DIRUMAH ANDA

22 September 2022 Jakarta

Demo menolak kenaikan BBMRUSUH

Massa yang mana ni membakar

aparat bertidak arogansi"

Benarkah klaim video demo rusuh menolak kenaikan harga BBM pada 22 September 2022? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video demo rusuh menolak kenaikan harga BBM pada 22 September 2022, dengan menangkap layar video tersebut untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan Yandex. 

<p>Penelusuran klaim video demo rusuh menolak kenaikan harga BBM pada 22 September 2022</p>

Penelusuran hanya mengarah pada satu unggahan foto salah satu akun Twitter, pada 12 Oktober 2020, unggahan foto tersebut identik dengan salah satu cuplikan klaim video.

 

<p>Penelusuran klaim video demo rusuh menolak kenaikan harga BBM pada 22 September 2022</p>

Penelusuran dilanjutkan dengan memengamati tayangan klaim video untuk mengenali lokasi peristiwa tersebut. Dalam klaim video tersebut terdapat patung yang dikenail sebagai Tugu Tani.

 

<p>Penelusuran klaim video demo rusuh menolak kenaikan harga BBM pada 22 September 2022</p>

Temuan lokasi hasil pengamatan klaim video tersebut kemudian dijadikan bahan penelusuran menggunakan Google Maps untuk mengetahui bangunan yang terbakar.  Cek Fakta Liputan6.com mengambil sudut pandang yang sama dengan klaim dan diketahui bangunan tersebut adalah pos polisi

<p>Penelusuran klaim video demo rusuh menolak kenaikan harga BBM pada 22 September 2022</p>

Penelusuran dulanjutkan menggunakan Google Search dengan kata kunci 'demo pos polisi tugu tani terbakar'. Penelusuran mengarah pada sejumlah situs berita, namun tidak ditemui keterangan yang menyebutkan pos polisi Tugu Tani dibakar pada demo menolak kenaikan BBM 22 September 2022, sejumlah situs berita hasil penelusuran menggunakan Google Search tersebut justru menyebutkan peristiwa pembakaran pos polisi di Tugu Tani terjadi saat demo penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja, pada 8 Oktober 2020.

Salah satu yang mengulasanya adalah artikel berjudul "VIDEO: Pos Polisi Tugu Tani Dirusak Massa Demo RUU Ciptaker" yang dimuat situs cnnindonesia.com yang dimuat situs cnnindonesia.com, pada 8 Oktober 2020.

<p>Penelusuran klaim video demo rusuh menolak kenaikan harga BBM pada 22 September 2022</p>

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Jakarta, CNN Indonesia --Sejumlah massa penolak Omnibus Law UU Cipta Kerja merusak pos polisi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis (8/10).

Massa juga berusaha membakar pos polisi tersebut. Asap hitam mulai membumbung tinggi. Sementara massa lainnya membakar sejumlah benda di tengah jalan.

Massa terlihat menyemut di persimpangan Tugu Tani. Mereka memenuhi ruas Jalan Medan Merdeka Barat hingga menuju Jalan Gunung Sahari maupun Cikini. Akibatnya lalu lintas lumpuh, hanya kendaraan motor yang bisa melintas."

 

Sumber:

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201008170708-24-556111/video-pos-polisi-tugu-tani-dirusak-massa-demo-ruu-ciptaker

https://yandex.com/images/search?rpt=imageview&url=https%3A%2F%2Favatars.mds.yandex.net%2Fget-images-cbir%2F1039828%2F3T_FSmiiocbBuN5cDaVWpw3764%2Forig&cbir_id=1039828%2F3T_FSmiiocbBuN5cDaVWpw3764

https://www.google.com/maps/place/Pos+Polisi+-+Tugu+Tani/@-6.1825972,106.8339334,3a,75y,138.61h,96.56t/data=!3m6!1e1!3m4!1sqr54mah4SY0mJLPZ3OaETQ!2e0!7i16384!8i8192!4m12!1m6!3m5!1s0x2e69f431375d796f:0x9ae7376b6201908!2sTugu+Tani!8m2!3d-6.1826869!4d106.8348306!3m4!1s0x2e69f4311590c779:0x3c934c3626c589dc!8m2!3d-6.182733!4d106.8339728


Kesimpulan

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video demo rusuh menolak kenaikan harga BBM pada 22 September 2022 tidak benar.

Video tersebut telah beredar sejak 2020, peristiwa dalam video tersebut terjadi bersamaan dengan penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja, pada 8 Oktober 2020.

Banner Cek Fakta: Salah
Perbesar
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya