Pemkot Bandung Gandeng Pramuka Tangkal Hoaks di Media Sosial

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 25 Sep 2022, 09:00 WIB
Diperbarui 25 Sep 2022, 09:00 WIB
Ilustrasi Hoaks Berita Bohong (Freepik)
Perbesar
Ilustrasi Hoaks Berita Bohong (Freepik)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, menggandeng Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bandung untuk menangkal penyebaran hoaks melalui pelatihan kehumasan dengan tema "Literasi Digital dalam Era Disrupsi".

Kepala Keterbukaan Informasi Publik Diskominfo Kota Bandung, Yusuf Cahyadi mengatakan, peran dan fungsi humas sangat strategis dalam memberikan pelayanan sesuai yang diamanahkan undang-undang ataupun peraturan pemerintah.

"Kita harus jadi pemimpin untuk menyampaikan informasi sesuai dengan faktanya. Kita juga harus serta kreatif dan inovatif dalam menyampaikan informasi," kata Yusuf dilansir dari Antara, Sabtu (24/9/2022).

Sebagai salah satu badan publik, sambung Yusuf, pramuka juga perlu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara cepat, tepat waktu, biaya ringan dan dengan cara yang sederhana.

"Literasi digital membuat kita menjadi mudah untuk berkomunikasi dengan orang lain. Semakin kita banyak berkomunikasi dengan orang lain, maka akan semakin sedikit kita percaya dengan berita hoaks. Mari bijak bermedia digital, tangkal berita hoaks," tutur Yusuf.

Sementara itu, Waka Humas Kwarcab Kota Bandung, Siti Sumartini mengatakan, kegiatan pelatihan kehumasan itu diikuti oleh sekitar 90 anggota pramuka dari seluruh wilayah yang ada di Kota Bandung.

Menurutnya, pelatihan itu digelar karena perkembangan dunia digital yang pesat memaksa setiap individu untuk terus bergerak terutama dalam menemukan inovasi dunia komunikasi dan kehumasan.

"Kwaran (Kwartir Ranting) harus membentuk humas di masing masing rantingnya, keterbukaan informasi di era ini sangat penting. Untuk itu menjadi penting bagi kita untuk meningkatkan kompetensi kehumasan," kata Siti.

Di era globalisasi saat ini, menurutnya, diperlukan dukungan sumber daya manusia yang berkompeten untuk dapat melaksanakan fungsi kehumasan dengan optimal.

"Andalan humas di masing masing Kwaran dan cabang harus ditunjang dengan kemampuan teknis penggunaan teknologi informasi untuk pembuatan media informasi," kata dia.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya