Cek Fakta: Tidak Benar dalam Video Ini Warga Pribumi Dianiaya WN China

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 24 Sep 2022, 14:00 WIB
Diperbarui 24 Sep 2022, 14:00 WIB
Gambar Tangkapan Layar Video yang Diklaim Warga Pribumi Dianiaya oleh WN China (sumber: Facebook).
Perbesar
Gambar Tangkapan Layar Video yang Diklaim Warga Pribumi Dianiaya oleh WN China (sumber: Facebook).

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim warga pribumi sedang dianiaya oleh WN China beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 20 September 2022.

Video berdurasi 1 menit 6 detik itu memperlihatkan seorang pria dianiaya oleh pria lainnya. Mulanya korban diminta untuk berlutut di sebuah ruangan. Pria lainnya tampak berdiri di belakang korban.

Tak lama, pelaku menendang kepala korban. Setelahnya, korban dianiaya hingga terkapar di lantai. Sejumlah orang juga tampak melihat penganiayan tersebut. Video itu kemudian dikaitkan dengan penganiayaan terhadap warga pribumi oleh WN China.

"Rekaman sadis 👆🏼 yg bocor ke publik. Cino komun!5 menghajar pribumi, apa sebabnya masih dalam penyelidikan. Apakah kita tetap masa bodoh melihat kebengisan singkek komun!5 tsb, sing penting iso mangan wareg, dgn prinsip mangan ora jaluk kowe. Tdk lama lagi generasi kita jadi jongos2 mereka. Daerah dimana kejadian, pelaku pemukulan sadis ini harus diusut tuntas & di hukum berat, ini lebih kejam dari binatang.. Komunis PK!..," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 38 kali ditonton dan mendapat 2 komentar dari warganet.

Benarkah dalam video itu warga pribumi dianiaya WN China? Berikut penelusurannya.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Penelusuran Fakta

Gambar Tangkapan Layar Penelusuran Foto Menggunakan Google Images.
Perbesar
Gambar Tangkapan Layar Penelusuran Foto Menggunakan Google Images.

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim warga pribumi sedang dianiaya oleh WN China. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari video tersebut ke situs Google Images.

Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai video tersebut. Satu di antaranya artikel berbahasa Thailand berjudul "เปิดปากหนุ่มเก็บเงินกู้ คลิปโดนซ้อมทารุณ เหตุทวงหนี้ไม่ได้ ลั่นตอนนี้ให้เงิน 3 แสนก็ไม่ทำ" yang dimuat situs hilight.kapook.com pada 6 Desember 2020.

Berikut gambar tangkapan layarnya:

<p>Gambar Tangkapan Layar Artikel dari Situs hilight.kapook.com.</p>

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa video itu merupakan peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh seorang bos perusahaan leasing kepada karyawannya di Thailand.

Si karyawan ditugaskan untuk menagih uang kepada kliennya. Namun, si karyawan gagal menjalan tugasnya dan memalsukan laporan ke perusahaan.

Pelaku yang mengetahui hal tersebut langsung memanggil dan menghukum korban dengan menganiaya di depan karyawan lainnya.

 

Referensi:

https://hilight.kapook.com/view/209119

 


Kesimpulan

Video yang diklaim warga pribumi sedang dianiaya oleh WN China ternyata tidak benar. Faktanya, video itu merupakan peristiwa penganiayaan terhadap karyawan oleh bos leasing di Thailand.

 

Banner Cek Fakta: Salah
Perbesar
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya