Akademisi Sebut Masyarakat Perlu Tingkatkan Pemahaman Keamanan Digital

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 22 Sep 2022, 11:00 WIB
Diperbarui 22 Sep 2022, 11:00 WIB
Ilustrasi data pribadi, perlindungan data pribadi, privasi pengguna.
Perbesar
Ilustrasi data pribadi, perlindungan data pribadi, privasi pengguna. Kredit: Tayeb MEZAHDIA via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Akademisi dari Universitas Bali Internasional, Komang Tri Werthi menyebut, masyarakat butuh pemahaman terhadap kompetensi keamanan digital.

Misalnya mengamankan perangkat digital, identitas digital, waspada penipuan digital, memahami rekam jejak digital, dan keamanan digital bagi anak. Ia pun mengimbau, masyarakat mewaspadai terhadap pesan yang meminta informasi data pribadi.

"Selain itu, hindari penggunaan komputer publik, perbarui software, pastikan jaringan aman (hindari Wifi publik), dan update browser," kata Tri Werthi dilansir dari Antara, Rabu (21/9/2022).

Agar aman berinternet, Tri Werthi menganjurkan penggunaan password yang kuat dan pastikan mengaktifkan 2FA (two-factor authentication), tidak sembarangan membagi data pribadi di media sosial, waspadai tautan tak dikenal, dan tidak merespons panggilan telepon tak dikenal yang meminta data pribadi (password dan PIN).

"Kenali dengan seksama dengan siapa kita berkomunikasi di internet. Hati-hati juga saat berbelanja online (pastikan penjual terpercaya dan belanja dari tempat terpercaya), dan hanya install aplikasi dari tempat resmi (AppStore atau Google Play)," tambah Tri Werthi.

Selain itu, ia menambahkan, keamanan digital merupakan sebuah proses untuk memastikan penggunaan layanan digital, baik secara daring maupun luring, dapat dilakukan secara aman.

"Tidak hanya untuk mengamankan data yang dimiliki, melainkan juga melindungi data pribadi yang bersifat rahasia," jelasnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya