Trusted Media Summit 2022 Asia Pasifik Digelar, Forum Kolaborasi Lawan Misinformasi

Oleh Adyaksa Vidi pada 21 Sep 2022, 07:00 WIB
Diperbarui 23 Sep 2022, 09:30 WIB
Kantor Baru Google di Berlin
Perbesar
Ilustrasi Google. (Photo by Tobias SCHWARZ / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Google News Initiative menggelar Trusted Media Summit 2022 Asia Pasifik yang diselenggarakan secara hybrid setelah dua tahun terakhir digelar secara virtual. Forum yang menghadirkan jurnalis, pemeriksa fakta, peneliti, aktivis, dan pemangku kebijakan ini menjadi tempat untuk berkolaborasi dalam memerangi hoaks di Asia Pasifik.

Trusted Media Summit 2022 di Indonesia digelar di Bali pada 20 dan 21 September 2022. Forum ini membuka kesempatan untuk memperluas jejaring, memperbarui informasi, hingga mendapatkan ide dan inisiatif untuk membangun ekosistem media dan informasi yang lebih kredibel.

Ketua Umum AJI Indonesia, Sasmito Madrim dalam sambutannya menjelaskan bahwa mendapatkan informasi adalah Hak Asasi Manusia.

"Belum semua media membuat karya jurnalistik yang berkualitas, Dewan Pers juga menunjukkan ada enam ribu dugaan pelanggaran kode etik. Selain itu ribuan hoaks menyebar setiap hari di platform digital," ujar Sasmito, Selasa (20/9/2022) di Bali.

"Solusinya masyarakat sipil berkolaborasi dengan penyedia platform digital dan pemerintah. Selain itu semua pihak bisa saling terbuka dan menghilangkan prasangka."

Di sisi lain Peraih Nobel Perdamaian 2022, Maria Ressa menyebut demokrasi mundur dalam 15 tahun terakhir, Itu sebabnya koalisi dan kolaborasi dibutuhkan oleh semua pihak.

"Orang yang memeriksa fakta dan orang yang membutuhkan demokrasi harus bekerja sama memerangi informasi," ujarnya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya