WhatsApp Rangkul Pemuda Indonesia Tingkatkan Literasi Digital

Oleh Hani Safanja pada 14 Sep 2022, 08:55 WIB
Diperbarui 14 Sep 2022, 08:55 WIB
Terkendala Sertifikat Vaksin? Pengaduan Cepat Bisa Lewat Chatbot WhatsApp I
Perbesar
Kemenkes luncurkan Chatbot WhatsApp untuk permudah pengaduan kendala aplikasi PeduliLindungi dan sertifikat Vaksin. (pexels/anton).

Liputan6.com, Jakarta - WhatsApp bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan ICT Watch (organisasi masyarakat sipil yang berfokus pada literasi digital) meluncurkan program literasi digital #BertemanAman yang mengajak pemuda Indonesia menjadi penggiat literasi digital.

Program ini mencakup berbagai kegiatan literasi digital WhatsApp yang sedang berlangsung, termasuk JaWARa Internet Sehat dan Digital Impact Challenge.

“Kami menyaksikan antusiasme anak muda yang terlibat dalam program JaWara Internet Sehat tahun lalu. Tahun ini, kampanye #BertemanAman akan melanjutkan program tersebut melalui aktivasi konten media sosial untuk merangkul lebih banyak lagi anak muda dalam meningkatkan jangkauan edukasi literasi digital melalui media sosial," kata Direktur Eksekutif ICT Watch, Indriyatno Banyumurti seperti yang disebutkan dalam rilis yang diterima Liputan6.com. 

Dia menambahkan, "Gerakan bersama ini tentunya tidak akan terwujud tanpa dukungan Kominfo, Siberkreasi, RelawanTIK, pemerintah daerah, organisasi non-pemerintah, serta institusi pendidikan lainnya."

Program #BertemanAman ditujukan untuk mengintensifkan penetrasi literasi digital di keluarga dan komunitas di Indonesia. Program ini juga memberikan literasi digital di masa transformasi digital yang pesat di Indonesia, serta mendidik kaum muda tentang privasi dan keamanan. Tujuan tersebut selaras dengan agenda Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) dan tema keseluruhan program literasi digital nasional, “Menjadikan Indonesia Lebih Mampus Secara Digital”.

Langkah awal program ditandai dengan peluncuran akun Instagram @BertemanAman yang dijalankan oleh ICT Watch. Akun tersebut akan dimanfaatkan sebagai wadah untuk membuat konten beragam mengenai literasi digital yang mencakup mulai dari misinformasi, privasi dan keamanan, hingga spam dan penipuan.

ICT Watch juga berencana untuk berkolaborasi dengan para key opinion leaders (KOLs) dan content creator muda di Indonesia untuk meningkatkan dan memperkuat dampak literasi digital. 

"Anak-anak muda Indonesia adalah ujung tombak dalam upaya peningkatan literasi digital di Indonesia. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi keberlanjutan program JaWAra Internet Sehat dan mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam kampanye #BertemanAman yang diinisiasi oleh WhatsApp dan ICT Watch supaya kita semua #MakinCakapDigital,” ucap Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan.  

Dengan peluncuran program ini, ICT Watch juga menjalankan kegiatan Digital Impact Challenge di bawah payung #BertemanAman yang turut mengajak masyarakat berpartisipasi dalam kompetisi membuat konten literasi digital untuk melawan hoaks secara online.

Konten terbaik setiap bulannya akan mendapatkan penghargaan “Best of the Best”, memenangkan hadiah, dan akan ditayangkan langsung di akun Instagram @BertemanAman. Adapun kegiatan Digital Impact Challenge akan berlangsung sepanjang September dan berakhir pada 28 Oktober. 

“Kami percaya pemuda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan. Dengan kreativitas konten mereka, kami berharap kedua kegiatan ini dapat menjangkau lebih banyak orang di seluruh negeri dan membantu meningkatkan literasi digital,” ujar Manajer Kebijakan Publik WhatsApp untuk Indonesia, Esther Samboh.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya