Video Hoaks Sepekan: Penampakan Burung Garuda hingga SPBU Dibakar Massa Saat Harga BBM Naik

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 12 Sep 2022, 11:00 WIB
Diperbarui 12 Sep 2022, 11:00 WIB
Ilustrasi Hoaks Hoax
Perbesar
Ilustrasi Hoaks. (Freepik)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah kabar hoaks masih beredar di media sosial selama sepekan terakhir. Beberapa di antaranya menyebar dalam bentuk video.

Satu di antaranya video yang diklaim penampakan burung garuda di Gunung Penanggungan, Jawa Timur. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 7 Agustus 2022.

Video berdurasi 2 menit 31 detik itu memperlihatkan seekor burung tengah berdiri di atas bebatuan sebuah gunung. Burung tersebut berukuran cukup besar.

Tak lama kemudian burung tersebut terbang. Sejumlah warga merekam dan mengabadikan momen burung tersebut terbang. Video itu kemudian dikaitkan dengan penampakan burung garuda di Gunung Penanggungan, Jawa Timur.

"Burung Garuda yg dijadikan Lambang Negara RI ,baru baru ini menampakkan diri di Hutan Gunung Penanggungan Jawa Timur. Dan sempat di abadikan para wisatawan . Burung Garuda memang sangat gagah tatkala mengepakkan Sayapnya yg Besar dan Lebar. 😍😍👍👍💪💪🇮🇩🇮🇩," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 3.700 kali dibagikan dan mendapat 6 komentar dari warganet.

Namun setelah ditelusuri, video yang diklaim penampakan burung garuda di Gunung Penanggungan, Jawa Timur ternyata tidak benar. Faktanya, burung dalam video bukan burung garuda, melainkan Condor Andes.

Selain video penampakan burung garuda, terdapat video hoaks lain yang telah ditelusuri selama sepekan. Berikut rangkumannya.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


SPBU di Tuban Dibakar Massa Saat Harga BBM Naik

Gambar Tangkapan Layar Video yang Diklaim SPBU di Tuban Dibakar Massa Saat harga BBM Naik (sumber: Facebook).
Perbesar
Gambar Tangkapan Layar Video yang Diklaim SPBU di Tuban Dibakar Massa Saat harga BBM Naik (sumber: Facebook).

Sebuah video yang diklaim sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tuban, Jawa Timur dibakar massa saat harga bakan bakar minyak (BBM) naik. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 4 September 2022.

Video berdurasi 16 detik itu memperlihatkan sebuah SPBU dipenuhi kabut asap. Video direkam oleh pengendara yang melintas di depan SPBU tersebut.

Video itu kemudian dikaitkan dengan kabar bahwa SPBU di Tuban dibakar massa usai pengumunan kenaikan harga BBM.

"INFORMASINYA POM BENSIN DAERAH TUBAN JATIM DIBAKAR MASSA BEGITU PENGUMUMAN BBM NAIK," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 515 kali ditonton dan mendapat 4 komentar dari warganet.

Setelah ditelusuri, video yang diklaim sebuah SPBU di Tuban, Jawa Timur dibakar massa saat harga BBM naik ternyata tidak benar. Faktanya, asap mengepul di SPBU tersebut disebabkan oleh terbakarnya sebuah mobil yang tengah mengantre mengisi BBM.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

 


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya