KPU Kalbar Ajak Media Massa Cegah Hoaks pada Pemilu 2024

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 08 Sep 2022, 09:00 WIB
Diperbarui 08 Sep 2022, 09:00 WIB
Ilustrasi Pemilu 2019
Perbesar
Badut berbentuk kotak suara Komisi Pemilihan Umum (KPU), ondel-ondel, dan marching band ikut meramaikan pawai Deklarasi Kampanye Damai di Monas, Minggu (23/9). (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Barat, Ramdan mengajak, media massa mencegah informasi hoaks pada pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang.

"Kami akan terus sering berkoordinasi dengan teman media maupun asosiasi terkait dengan media untuk mencegah berita yang tidak valid dari media tidak resmi. Terutama ditingkat nasional itu, sudah berkoordinasi dengan dewan pers terkait hal tersebut," kata Ramdan dilansir dari Antara, Rabu (7/9/2022).

Ramdan mengatakan, media massa berperan penting terkait penyebarluasan berita agar masyarakat di Kalbar berpartisipasi dalam proses Pemilu 2024.

"Kami mengajak media untuk ingatkan masyarakat berpartisipasi aktif dalam tahap Pemilu 2024. Peran media ini sangat penting untuk menyampaikan informasi di seluruh Kalbar, bertujuan untuk masyarakat mengetahui dan mau membantu serta mengambil bagian pada pemilu yang telah disediakan," tuturnya.

Selain itu, Ramdan menganggap bahwa media massa berperan penting dalam mengedukasi masyarakat terkait  pemilu 2024 mendatang.

"Maka dari itu, kami menyadari pentingnya media sehingga kami juga perlu masukan atau saran dari berbagai asosiasi yang mengayomi media tersebut. Kami berharap dukungan dari teman teman media, serta dapat mengedukasi masyarakat di Kalbar mengenai pemilu, sehingga dalam proses perekrutan menuju 14 Februari 2024 penghitungan suara nanti aman dan lancar," katanya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya