Mitos Kesehatan Sepekan: Vaksin Pfizer Mengandung Chip hingga Nikotin Efektif Sembuhkan Covid-19

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 05 Sep 2022, 19:00 WIB
Diperbarui 05 Sep 2022, 19:00 WIB
ilustrasi Cek Fakta kesehatan
Perbesar
ilustrasi Cek Fakta

Liputan6.com, Jakarta - Informasi hoaks terus bermunculan di media sosial, tidak terkecuali hoaks dan mitos kesehatan yang dapat mempengaruhi masyarakat.

Satu di antaranya klaim yang menyebut vaksin covid-19 buatan Pfizer akan diperbarui dengan menambahkan chip dari Microsoft untuk mengurangi gejala. Postingan itu ramai dibagikan sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 5 Mei 2021. Dalam unggahannya terdapat potongan judul artikel berita "Pfizer Announces COVID-19 Vaccine Upgrade, Now Includes Microsoft Chip For Reduced Symptoms".

Atau dalam Bahasa Indonesia "Pfizer Mengumumkan Peningkatan Vaksin COVID-19, Sekarang Termasuk Chip Microsoft Untuk Mengurangi Gejala"

Namun setelah ditelusuri, postingan yang mengklaim vaksin covid-19 buatan Pfizer akan diperbarui dengan memasangkan chip dari Microsoft untuk mengurangi gejala adalah hoaks.

Selain vaksin Pfizer mengandung chip, terdapat mitos kesehatan lain yang telah ditelusuri selama sepekan. Berikut rangkumannya.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Nikotin Efektif Sembuhkan Covid-19

Tangkapan layar klaim nikotin efektif obati Covid-19
Perbesar
Penelusuran klaim nikotin efektif obati Covid-19

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim nikotin efektif obati Covid-19. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 28 Juli 2022.

Unggahan klaim nikotin efektif obati Covid-19 tersebut berupa tulisan sebagai berikut:

Receptor di otak yang mengawal diafragma mengecut adalah sasaran utama spike protein.

Nikotin berupaya menghalang spike protei ini mengikat kepada reseptor tersebutRupanya ada penelitian dilakukan terhadap nikotin dan ia berupaya menjadi pengobatan yg berkesan copidiot."

Tulisan tersebut disertai dengan video seorang yang sedang berbincara memabahas tentang nikotin memberikan perlindungan terhadap Covid-19, didalam video tersebut terdapat tulisan berbahasa melayu seperti berikut.

"Receptor di otak yang mengawal diafragma mengecut adalah sasaran utama spike protein.

Nikotin berupaya menghalang spike protei ini mengikat kepada reseptor tersebut

Rupanya ada penelitian dilakukan terhadap nikotin dan ia berupaya menjadi rawatan berkesan berkesan covid-19."

Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia sebagai berikut.

"Reseptor di otak yang mengontrol diafragma yang berkontraksi adalah target utama lonjakan protein.

Nikotin mampu mencegah lonjakan protein ini mengikat reseptor

Ternyata penelitian tentang nikotin telah dilakukan dan mampu menjadi pengobatan yang efektif untuk Covid-19."

Setelah ditelusuri, klaim nikotin efektif obati Covid-19 ternyata tidak tidak benar. Faktanya, nikotin tidak bisa menyembuhkan COVID-19.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

 


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya