ASN Perlu Literasi Digital, Agar Tak Salah Berperilaku di Media Sosial

Oleh Liputan6.com pada 01 Sep 2022, 18:00 WIB
Diperbarui 01 Sep 2022, 18:00 WIB
ASN di Jakarta Tetap Masuk dengan Kapasitas 75 Persen
Perbesar
Ilustrasi ASN di Jakarta (Liputan6.com/Herman Zakharia)

 

 

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dr Ir Bonafasius Wahyu Pudjianto menyebut, aparatur sipil negara (ASN) memiliki tugas untuk membuat konten kreatif yang lebih mendidik, sehingga membantu masyarakat lebih produktif.

Menurutnya, ruang digital harus dibanjiri konten-konten kreatif dan positif. Karena itu, harus ada kecakapan digital tentang hardwere maupun softwere serta perangkat keamanan digital bagi para ASN.

“Keamanan digital diharapkan dapat meningkatkan kesadaran keamanan digital dari kehidupan sehari-hari. Kemudian ada pilar lainnya yakni nonetis,budaya digital, dan etika digital,” ujar Bonafasius dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (30/8), seperti dilansir dari Antaranews.

Dia menambahkan, “Budaya digital perlu kita pahami dengan nilai Pancasila yang harus tetap jadi bagian dari kita di ruang digital, serta etika digital.”

Dengan demikian, menurut Bonafasius, para ASN harus memperhatikan agar tidak salah dalam bertindak di media sosial atau platform lainnya.

Menurut Kemkominfo dan pemangku kepentingan lainnya, literasi digital tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kewajiban ASN guna kegiatan pengembangan kompetensi, tetapi juga untuk meningkatkan kompetensi ASN dalam bidang digital untuk menunjang pelayanan masyarakat.

Hinggis Leonanda/Universitas Multimedia Nusantara

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya