Kumpulan Hoaks Seputar Sapi, Jadi Korban Banjir Hingga Mati Usai Vaksinasi

Oleh Adyaksa Vidi pada 21 Agu 2022, 18:00 WIB
Diperbarui 21 Agu 2022, 18:00 WIB
Produksi Susu Sapi Perah di Jakarta Tidak Terpengaruh PMK
Perbesar
Ilustrasi sapi. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Para pembuat hoaks kerap menggunakan apa saja untuk membuat masyarakat cemas. Bahkan hewan seperti sapi dijadikan bahan untuk membuat hoaks.

Lalu apa saja hoaks seputar sapi yang pernah beredar di masyarakat? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Tidak Benar dalam Video Ini Sapi Mati Setelah Divaksinasi

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim puluhan sapi mati setelah divaksinasi. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Twitter, pada 13 Agustus 2022.

Unggahan klaim puluhan sapi mati setelah divaksinasi berupa video yang menampilkan sejumlah ekor sapi sedang berbaring di lahan terbuka luas.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Piedmont- italia

Puluhan sapi mati setelah di vaksinasi,,,

Apakah para anjing bangsat dpt mnjelaskan bahwa vaksin aman dan efektif,,,,?

Jgn hanya bisa bilang covidiot menebar hoax,periksa otakmu masih ada atau tidak."

Benarkah klaim puluhan sapi mati setelah divaksinasi? Simak dalam artikel berikut ini...

2. Cek Fakta: Tidak Benar Sapi Hanyut Dalam Video Ini Terbawa Arus Banjir NTT

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video sejumlah sapi hanyut terbawa arus banjir NTT, video sapi hanyut diunggah akun Faceboo Chunez Magandta, pada 4 April 2021. Video yang diunggah menampilkan sejumlah sapi yang terbawa arus sehingga hanya terlihat pada bagian kepalannya saja.

Klaim video sejumlah sapi hanyut terbawa arus banjir NTT tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"20 orang warga korban banjir bandang di Desa Nelelamadiken, Ile Boleng, Flores Timur dievakuasi. Proses evakuasi korban bencana ini dibantu warga dari beberapa desa di Ile Boleng.

Saat ini sudah ada 20 orang meninggal dunia yang dievakuasi. Korban diduga masih terus bertambah sebab rata-rata rumah warga tertimbun lumpur. Para korban masih membutuhkan bantuan berupa tim medis, dokter, obat-obatan dan tenda.

#BanjirBandang #FloresTimur #Ntt #Evakuasi #KorbanBanjir #prayforntt"

Benarkah klaim video sejumlah sapi hanyut terbawa arus banjir NTT? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Hoaks Kotoran Sapi Bisa Jadi Vaksin Virus Corona Covid-19

Beredar sebuah meme di Facebook terutama di daerah India bernarasikan vaksin penyembuh virus corona covid-19 sedang dikembangkan. Vaksin tersebut berasal dari kotoran sapi.

Di meme tersebut terpasang gambar Perdana Menteri India, Narendra Modi. Sementara narasinya berbunyi:

"Gujarat plans to give world a wonder drug to battle corona. Clinical trial of ayurvedic medicine derived from panchgavya - cow's milk, butter, ghee, dung& urine - to begin in rajkot followed by ahmedabad& surat. Cow dung vaccine."

atau dalam bahasa Indonesia,"Gujarat merencanakan obat ajaib untuk memerangi corona. uji klinis pengobatan ayurveda yang berasal dari panchgavya - susu sapi, mentega, kotoran sapi dan urin - akan dimulai di rajkot dan diikuti di ahmedabad dan surat. vaksin kotoran sapi."

Salah satu akun Facebook yang memposting adalah Andi Bhakt pada 28 Mei 2020. Postingan tersebut disertai link berita yang mengarah pada situs Ahmedabad Mirror.

Lalu benarkah postingan tersebut? Simak dalam artikel berikut ini...

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya