Kumpulan Hoaks Terkini Mencatut Tokoh Indonesia, Simak Daftarnya

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 18 Agu 2022, 13:00 WIB
Diperbarui 18 Agu 2022, 13:09 WIB
Tangkapan layar klaim video Menko Luhut perintahkan Kabareskrim usut pembunuhan Brigadir J
Perbesar
Penelusuran klaim video Menko Luhut perintahkan Kabareskrim usut pembunuhan Brigadir J

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks seputar tokoh Indonesia terus bergulir di tengah masyarakat, informasi palsu tersebut dapat menggiring opini masyarakat.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi seputar tokoh Indonesia dari istri presiden hingga gubernur, hasilnya sebagian terbukti hoaks.

Berikut kumpulan hoaks terkini seputar tokoh Indonesia.

Video Menko Luhut Perintahkan Kabareskrim Usut Pembunuhan Brigadir J

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memberikan perintah kepada Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Komjen Agus Andrianto untuk tidak ragu dalam mengusut kasus pembunuhan Brigadir J.

Klaim video  Menko Luhut perintahkan Kabareskrim usut pembunuhan Brigadir J tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 12 Agustur 2022, unggahan video tersebut menampilkan Menk Luhut sedang memberikan pernyataan, berikut transkrip pernyataannya.

"Saya minta dari pada Kabareskrim Pak Jenderal Agus, Komjen Agus, jangan ragu-ragu, saya enggak ada urusan siapa dia, enggak ada urusan backing-backing. Pokoknya Sampe keakar-akarnya kita cabut nanti Mas Agus,"

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"KETIKA OPUNG LUHUT BINSAR PANJAITAN SUDAH GERAM DENGAN KASUS BRIGADIR JOSHUA #ferdysambo #brigadirj"

Benarkah Menko Luhut perintahkan Kabareskrim Komjen Agus usut pembunuhan Brigadir J? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Ajakan Lakukan Gerakan 1821 Catut Nama Iriana Jokowi

Beredar di media sosial dan aplikasi percakapan pesan berantai berisi ajakan Iriana Jokowi untuk melakukan gerakan 1821. Pesan berantai ini beredar sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 8 Agustus 2022.

Berikut isi pesan berantai tersebut:

"PESAN DARI IBU IRIANA JOKOWI, 1821

**Yth : Para Orang Tua di Seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia**Dan**Dinas Pendidikan 😘

*Memperhatikan Hiruk Pikuknya per HP an....saya usul ( mohon responnya ) dilakukan 😘*"GERAKAN 1821"**Para Ayah dan Bunda yang baik hati, khususnya yg mempunyai anak SMA ke bawah (SMP, SD, TK)..., betapa dasyatnya pengaruh HP terhadap perkembangan anak-anak kita.

**Anak-anak semakin egois,* *susah dikendalikan dan terkena dampak negatif lainnya.**Untuk itu mari kita Lawan dengan "Gerakan 1821".

**Apa itu "Gerakan 1821"?

**Gerakan 1821 adalah himbauan kepada para orangtua untuk melakukan puasa gadget/HP,**hanya 3 jam saja, yaitu mulai jam 18.00 s/d 21.00.* *Simpan dulu HP-mu Ayah, Bunda, simpan dulu BB, Tab dan laptop nya.**Temanilah anak-anak kita,**hanya 3 jam saja.

**Bersama mereka,**dengan sepenuh hati..sepenuh jiwa & raga kita.

**Apa yang harus dilakukan selama 3 jam?**3B: Bermain, Belajar, Berdoa**Iya, cuma 3 jam dan 3B saja.**Bermain apa saja,

**boleh mainan tradisional, bermain petak umpet, tebak-tebakan, pokoknya apa saja.**Bisa juga menemani mereka belajar.

**Belajar agama dan apa saja yg positif.

**Bisa mengerjakan PR, belajar ilmu baru, berbagi pengalaman pengetahuan dan yang lainnya.**Juga bisa diisi dengan banyak ngobrol.

**Bicara, bicara, dan bicara.

* *Ajak anak-anak bicara.* *Topiknya bisa apa saja.

**Lebih utama bicara tentang mereka, pengalaman mereka, keinginan mereka, pokoknya apa saja.

**Hanya 3B : bermain, belajar, berdoa, dan tidak semuanya harus dilakukan pada saat yang sama, bisa dijadwal dan dibuat se-enjoy mungkin.

**Bisa dikombinasikan.**Pilih aktivitas yang nyaman dilakukan bersama.

**Mari Ayah ... ayo Bunda.

**Puasa gadget/HP dan TV..**Hanya 3 jam saja.

**Jam 18 s/d 21 saja!**Ingat ya...1821...!**Mari kita coba...!

**Semoga Bermanfaat....!

**(Sharing gerakan ini yang digagas oleh program PSPA nya Program Sekolah Pengasuhan Anak.)(Minta Tolong disebar luaskan dil)"

Lalu benarkah pesan berantai berisi ajakan Iriana Jokowi untuk melakukan gerakan 1821?

 


Berantai Anies Baswedan Ajak Melakukan Gerakan 1821

Beredar di media sosial dan aplikasi percakapan pesan berantai yang berisi ajakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan gerakan 1821. Pesan berantai ini beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 1 Agustus 2022.

Berikut isi pesan berantai tersebut:

"*PESAN DARI ANIES BASWEDAN ,1821**

Yth : Para Orang Tua di Seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia**Dan**Dinas Pendidikan 😘

*Memperhatikan Hiruk Pikuknya per HP an....saya usul ( mohon responnya ) dilakukan 😘*"GERAKAN 1821"**Para Ayah dan Bunda yang baik hati, khususnya yg mempunyai anak SMA ke bawah (SMP, SD, TK)..., betapa dasyatnya pengaruh HP terhadap perkembangan anak-anak kita.

**Anak-anak semakin egois,

* *susah dikendalikan dan terkena dampak negatif lainnya.

**Untuk itu mari kita Lawan dengan "Gerakan 1821".

**Apa itu "Gerakan 1821"?

**Gerakan 1821 adalah himbauan kepada para orangtua untuk melakukan puasa gadget/HP,**hanya 3 jam saja, yaitu mulai jam 18.00 s/d 21.00.

* *Simpan dulu HP-mu Ayah, Bunda, simpan dulu BB, Tab dan laptop nya.

**Temanilah anak-anak kita,**hanya 3 jam saja.**Bersama mereka,**dengan sepenuh hati..sepenuh jiwa & raga kita.**Apa yang harus dilakukan selama 3 jam?

**3B: Bermain, Belajar, Berdoa**Iya, cuma 3 jam dan 3B saja.**Bermain apa saja,**boleh mainan tradisional, bermain petak umpet, tebak-tebakan, pokoknya apa saja.**Bisa juga menemani mereka belajar.**Belajar agama dan apa saja yg positif.**Bisa mengerjakan PR, belajar ilmu baru, berbagi pengalaman pengetahuan dan yang lainnya.**Juga bisa diisi dengan banyak ngobrol.

**Bicara, bicara, dan bicara.* *Ajak anak-anak bicara.* *Topiknya bisa apa saja.**Lebih utama bicara tentang mereka, pengalaman mereka, keinginan mereka, pokoknya apa saja.**Hanya 3B : bermain, belajar, berdoa, dan tidak semuanya harus dilakukan pada saat yang sama, bisa dijadwal dan dibuat se-enjoy mungkin.**Bisa dikombinasikan.**Pilih aktivitas yang nyaman dilakukan bersama.

**Mari Ayah ... ayo Bunda.

**Puasa gadget/HP dan TV..

**Hanya 3 jam saja.**Jam 18 s/d 21 saja!**Ingat ya...1821...!**Mari kita coba...!

**Semoga Bermanfaat....!

**(Sharing gerakan ini yang digagas oleh program PSPA nya Program Sekolah Pengasuhan Anak.)*(Minta Tolong disebar luaskan dilingkungan para Guru dan disampaikan kpd para Ortu)

*Demi Anak2 Kita*🙏🙏🙏Ttd.

*(Anies Baswedan)"

Lalu benarkah pesan berantai berisi ajakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan gerakan 1821? Simak dalam artikel berikut ini...


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya