Unicef Sebut Hoaks Masih Jadi Hambatan Sukseskan Imunisasi pada Anak

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 15 Agu 2022, 17:00 WIB
Diperbarui 15 Agu 2022, 17:00 WIB
Ekspresi Anak-Anak Saat Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah
Perbesar
Paramedis dari Puskesmas Cinere menyuntikkan vaksin MR dan DT kepada murid kelas 1 saat kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SDI Al-Hidayah, Depok, Jawa Barat, Kamis (18/11/2021). (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Konsultan Imunisasi dari Unicef, dr Halik Malik mengungkapkan, informasi palsu atau hoaks masih jadi hambatan untuk menyukseskan program imunisasi pada anak. 

Menurutnya, sebagian masyarakat sempat termakan hoaks tentang imunisasi dan salam paham dengan jenis imunisasi yang diberikan saat Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

"Terdapat orangtua yang berpikir bahwa yang diberikan adalah vaksin COVID-19, padahal yang diberikan dalam BIAN adalah tambahan imunisasi campak rubella dan imunisasi kejar bagi anak-anak yang belum lengkap status imunisasinya," kata dr Halik dilansir dari Antara, Senin (15/8/2022).

Dr Halik menambahkan, imunisasi bukan hanya untuk menjaga kesehatan anak saat ini, namun dipastikan akan berdampak pada kesehatan anak serta semua orang yang ada di sekitarnya.

Meski demikian, diakui bahwa masih ada orangtua yang enggan memberi izin anaknya diimunisasi. Maka para orangtua perlu mendapatkan penjelasan tentang pentingnya imunisasi.

"Memang masih ada orangtua bertanya-tanya atau menunda imunisasi anaknya, umumnya karena minimnya informasi," ucap dia.

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, dr Erwan Tri Sulistyo optimis bahwa target imunisasi anak di Sulsel bisa tercapai dengan kolaborasi aktif bersama pemerintah daerah di 24 kabupaten/kota se Sulsel, khususnya pada pelibatan puskesmas.

"Untuk target 95 persen capaian BIAN khususnya MR, kita harus tetap yakin bisa tercapai dengan didukung kerja keras dan cerdas dari teman-teman di kabupaten/kota serta puskesmas sebagai pelaksana lapangan untuk imunisasi BIAN," kata Erwan.

Guna meningkatkan cakupan imunisasi, kata dr Erwan, Dinkes Sulsel juga intens melakukan pertemuan yang turut dihadiri Bupati atau Wali Kota, Ketua TP PKK dan Kepala Dinas Kesehatan yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan dan IDAI Cabang Makassar.

"Kami semua hadir untuk review capaian BIAN dan membuat strategi pelaksanaan BIAN di masa perpanjangan ini, sekaligusmemberikan masukan capaian harian ke kabupaten/kota," ujar dia.

"Tidak lupa, kami juga terus memotivasi teman-teman di kabupaten/kota dengan memberi semangat melalui Whatsapp Group," tambah dr Erwan.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya