Kominfo Hapus 5.996 Hoaks Seputar Covid-19

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 13 Agu 2022, 17:00 WIB
Diperbarui 13 Agu 2022, 17:42 WIB
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim Moderna membuat Covid-19
Perbesar
Penelusuran klaim Moderna membuat Covid-19

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks seputar Covid-19 menjadi masalah yang perlu ditanggulangi secara bersama. Pasalnya, keberadaan informasi palsu tersebut dapat berdampak negatif bagi masyarakat dan negara.

Kominfo pun telah menangani hoaks seputar Covid-19 untuk menghentikan sebarannya, hingga 8 Agustus 2022 sebanyak 5.996 hoaks seputar Covid-19 telah ditindaklanjuti dan 767 konten telah diserahkan ke penagak hukum.

Hoaks seputar Covid-19 paling banyak dihapus beredar lewat Facebook, jumlahnya mencapai 5.287 unggahan dari 5.532 sebaran. Instansi tersebut juga menghapus hoaks seputar Covid-19 yang beredar di Twitter sebanyak 571 unggahan dari 605 sebaran hoaks.

Kominfo juga menghapus hoaks seputar Covid-19 yang beredar di YouTube sebanyak 54 unggahan dari 55 sebaran hoaks yang disebar dari platform berbagi video tersebut.

Hoaks Covid-19 yang beredar di Instagram pun tak luput dari penertiban Kominfo, sebanyak 44 dari 52 sebaran unggahan telah dihapus. Berikutnya adalah TikTok, sebanyak 40 unggahan hoaks seputar Covid-19 telah dihapus Kominfo dari 56 sebaran.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


6.300 Hoaks Seputar Covid-19 Beredar di Medsos

Sebaran hoaks seputar Covid-19 telah mencapai ribuan jumlahnya, kondisi ini pun menjadi masalah dalam penanganan pandemi yang masih dilakukan pemerintah.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebaran hoaks hingga 9 Juli 2022 sebaran hoaks seputar Covid-19 bertambah menjadi 6.300 unggahan, dengan temuan isu hoaks Covid-19 mencapai 2.218.

Dikutip dari situs resmi Kominfo, dari 6.300 hoaks seputar Covid-19 yang tersebar diberbagai media sosial, paling banyak diunggah lewat Facebook sebanyak 5.532. Peredaran hoaks seputar Covid-19 terbesar ke dua lewat Twitter sebanyak 605 unggahan.

Sebaran hoaks seputar Covid-19 ke tiga banyak terdapat di TikToK mencapai 56 unggahan, sedangkan sebaran ke empat terdapat di YouTube dengan 55 unggahan dan sebaran ke lima terdapat di Instagram dengan 52 unggahan.

Hoaks seputar Covid-19 yang beredar di media sosial disajikan dengan isu yang beragam, sehigga dapat mengecoh penerima pesan untuk mempercayai informasi bohong tersebut.

Kita harus waspada ketika mendapat informasi palsu seputar penyakit yang diakibatkan oleh virus SARS-CoV-2 tersebut. Hal ini untuk menghindari kita dari jebakan hoaks.

 


Sebaran Hoaks Seputar Covid-19 Meningkat

Sebaran hoaks seputar Covid-19 pada 9 Juli 2022 mengalami kenaikan dibandingkan 8 Juli 2022 dengan 6.296 hoaks seputar Covid-19 yang tersebar diberbagai media sosial.

Informasi palsu seputar Covid-19 tersebut paling banyak diunggah lewat Facebook sebanyak 5.530. Peredaran hoaks seputar Covid-19 terbesar ke dua lewat Twitter sebanyak 603 unggahan.

Sebaran hoaks seputar Covid-19 ke tiga banyak terdapat di TikToK mencapai 56 unggahan, sedangkan sebaran ke empat terdapat di YouTube dengan 55 unggahan dan sebaran ke lima terdapat di Instagram dengan 52 unggahan.

Sebaran hoaks seputar Covid-19 yang terus meningkat harus diwaspadai, agar kita tidak dirugikan karena mempercayai informasi palsu.

Cek Fakta Liputan6.com pun terus melakukan penelusuran informasi seputar Covid-19. Hasilnya sebagian informasi terbukti tersebut hoaks, simak kumpulan hoaks tersebut di sini.

 

 


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya