Kemenkes Harap Digitalisasi Tingkatkan Literasi Kesehatan Masyarakat

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 13 Agu 2022, 11:00 WIB
Diperbarui 13 Agu 2022, 11:00 WIB
ilustrasi Cek Fakta kesehatan
Perbesar
ilustrasi Cek Fakta

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Mohammad Syahril mengharapkan, literasi masyarakat di bidang kesehatan dapat berkembang seiring upaya transformasi teknologi yang kini gencar dilakukan pemerintah maupun pihak swasta.

"Kita ingin, literasi masyarakat di bidang kesehatan muncul dengan sistem transformasi teknologi kesehatan, sehingga masyarakat bisa lebih pintar," kata Syahril dilansir dari Antara, Jumat (12/8/2022). 

Untuk itu, menurut Syahril, kehadiran berbagai platform digital harus mampu memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat, dengan informasi yang kredibel dan menyingkirkan informasi-informasi palsu atau hoaks.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Direktur Utama RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Lies Dina Liastuti. Menurutnya, manfaat teknologi bukan hanya sebagai jembatan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan konsultasi kesehatan, tapi juga harus bisa menyadarkan masyarakat betapa pentingnya menjaga kesehatan.

"Bagaimana kita harus menggalakkan promosi melalui para expert atau ahli agar orang yakin bahwa informasi yang disampaikan benar. Jadi mereka bisa terus sehat karena tahu cara untuk mencegah (penyakit)," ujar Lies.

"Sebagai contoh, bagaimana sih sakit jantung itu mulai dari mencegahnya. Lalu kalau sudah sakit, mesti diapakan. Kalau sudah sembuh, harus bagaimana. Apakah penyakit gula harus dicegah sejak dini?" sambungnya.

Dia menambahkan, penyebaran informasi kesehatan melalui platform digital juga sangat memungkinkan masyarakat mendapatkan pembelajaran yang berlangsung terus menerus karena kemudahan aksesnya.

Lies kemudian mengapresiasi platform digital yang telah berupaya meningkatkan literasi masyarakat di bidang kesehatan, dengan menggandeng sumber-sumber informasi yang akurat dan terpercaya termasuk RS Pemerintah seperti RSCM dan RS swasta lainnya.

"Kami sangat berterima kasih. Kita sangat ingin menerjemahkan keinginan untuk Recover Together, Recover Stronger. Kita ingin kita semua sehat dengan informasi yang benar yang dapat diakses lewat platform ini," tutup Lies.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya