Cek Fakta: Hoaks Pesan Berantai Ajakan Lakukan Gerakan 1821 Catut Nama Iriana Jokowi

Oleh Adyaksa Vidi pada 09 Agu 2022, 13:00 WIB
Diperbarui 09 Agu 2022, 13:00 WIB
Cek fakta Iriana Jokowi
Perbesar
Cek Fakta pesan berantai ajakan Iriana Jokowi melakukan gerakan 1821.

Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial dan aplikasi percakapan pesan berantai berisi ajakan Iriana Jokowi untuk melakukan gerakan 1821. Pesan berantai ini beredar sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 8 Agustus 2022.

Berikut isi pesan berantai tersebut:

"PESAN DARI IBU IRIANA JOKOWI, 1821

**Yth : Para Orang Tua di Seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia**Dan**Dinas Pendidikan 😘

*Memperhatikan Hiruk Pikuknya per HP an....saya usul ( mohon responnya ) dilakukan 😘*"GERAKAN 1821"**Para Ayah dan Bunda yang baik hati, khususnya yg mempunyai anak SMA ke bawah (SMP, SD, TK)..., betapa dasyatnya pengaruh HP terhadap perkembangan anak-anak kita.

**Anak-anak semakin egois,* *susah dikendalikan dan terkena dampak negatif lainnya.**Untuk itu mari kita Lawan dengan "Gerakan 1821".

**Apa itu "Gerakan 1821"?

**Gerakan 1821 adalah himbauan kepada para orangtua untuk melakukan puasa gadget/HP,**hanya 3 jam saja, yaitu mulai jam 18.00 s/d 21.00.* *Simpan dulu HP-mu Ayah, Bunda, simpan dulu BB, Tab dan laptop nya.**Temanilah anak-anak kita,**hanya 3 jam saja.

**Bersama mereka,**dengan sepenuh hati..sepenuh jiwa & raga kita.

**Apa yang harus dilakukan selama 3 jam?**3B: Bermain, Belajar, Berdoa**Iya, cuma 3 jam dan 3B saja.**Bermain apa saja,

**boleh mainan tradisional, bermain petak umpet, tebak-tebakan, pokoknya apa saja.**Bisa juga menemani mereka belajar.

**Belajar agama dan apa saja yg positif.

**Bisa mengerjakan PR, belajar ilmu baru, berbagi pengalaman pengetahuan dan yang lainnya.**Juga bisa diisi dengan banyak ngobrol.

**Bicara, bicara, dan bicara.

* *Ajak anak-anak bicara.* *Topiknya bisa apa saja.

**Lebih utama bicara tentang mereka, pengalaman mereka, keinginan mereka, pokoknya apa saja.

**Hanya 3B : bermain, belajar, berdoa, dan tidak semuanya harus dilakukan pada saat yang sama, bisa dijadwal dan dibuat se-enjoy mungkin.

**Bisa dikombinasikan.**Pilih aktivitas yang nyaman dilakukan bersama.

**Mari Ayah ... ayo Bunda.

**Puasa gadget/HP dan TV..**Hanya 3 jam saja.

**Jam 18 s/d 21 saja!**Ingat ya...1821...!**Mari kita coba...!

**Semoga Bermanfaat....!

**(Sharing gerakan ini yang digagas oleh program PSPA nya Program Sekolah Pengasuhan Anak.)(Minta Tolong disebar luaskan dil)"

Lalu benarkah pesan berantai berisi ajakan Iriana Jokowi untuk melakukan gerakan 1821?

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Penelusuran Fakta

CEK FAKTA Liputan6
Perbesar
CEK FAKTA Liputan6 (Liputan6.com/Abdillah)

Cek Fakta Liputan6.com Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengetik kata kunci "gerakan 1821" di mesin pencarian Google. Hasilnya ada artikel berjudul "Antisipasi Dampak Negatif Hp, Disdikbud Gagas Gerakan 1821" yang tayang di portal resmi provinsi Jawa Tengah, jatengprov.go.id.

Di sana terdapat narasi yang sama dengan pesan berantai yang beredar di media sosial. Namun narasi tersebut bersumber dari imbauan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Drs Gatot Bambang Hastowo MPd.

<p>Cek fakta ajakan Iriana Jokowi untuk melakukan gerakan 1821.</p>

Sebelumnya pesan berantai serupa juga beredar dengan mencatut nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Anda bisa lihat di link berikut ini...

Sumber:

https://jatengprov.go.id/beritaopd/antisipasi-dampak-negatif-hp-disdikbud-gagas-gerakan-1821


Kesimpulan

banner Hoax
Perbesar
banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)

Pesan berantai berisi ajakan Iriana Jokowi untuk melakukan gerakan 1821 adalah tidak benar. Faktanya ajakan tersebut berasal dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya