Tingkat Literasi Keuangan dan Digital Indonesia Masih Rendah

Oleh Liputan6.com pada 08 Agu 2022, 19:30 WIB
Diperbarui 08 Agu 2022, 19:44 WIB
3 Hal yang Dibutuhkan Generasi Muda untuk Menciptakan Keuangan yang Sehat
Perbesar
Survey temukan literasi keuangan generasi muda dalam kategori rendah. Ketahui hal-hal yang dapat membuat fiannsialmu jadi sehat. (FOTO: Unsplash.com/Pickawood).

Liputan6.com, Jakarta - Literasi keuangan dan literasi digital masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Padahal, hal ini sangat dibutuhkan di tengah meningkatnya inklusi keuangan digital saat ini. Hal itu diungkap Izzudin Al Farras, Researcher Center of Digital Economy and SMes INDEF saat mengikuti webinar bertajuk Penguatan Literasi Digital dan Problematik yang dihadapi oleh goodmoneyID di Jakarta, Jumat (5/8).

Ia menambahkan, angka literasi keuangan masyarakat Indonesia hanya 38 persen di saat inklusi keuangan yang mencapai 76 persen pada 2019. Sama dengan halnya kebanyakan masyarakat sudah memiliki akun layanan keuangan, tetapi masih minim pengetahuan tentang manajemen risiko.

“Masyarakat kita mudah tertipu dari penipuan keuangan. Ini menjadi tugas kita semua meningkatkan pengetahuan keuangan masyarakat,” ujarnya, dilansir dari Antaranews.

Ia juga mengatakan bahwa dalam skala 0-5, literasi masyarakat Indonesia masih berada di angka 3,49. Ia menyarankan pemerintah untuk membangun infrastruktur digital yang inklusif dan merata di berbagai daerah dan juga kalangan sosial-ekonomi, khususnya teruntuk daerah-daerah yang masih belum terjangkau digitalisasi.

Digital skill masyarakat juga masih menunjukan angka 4,51 yang menempatkan pada peringkat 10 di antara negara G20, juga inklusivitas internet juga masih berada di peringkat ke-57 dunia.

“Indonesia juga mengalami kondisi dimana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang ekslusif yang dimana hanya dinikmati oleh kalangan berada saja,” ujar Izzudin, lagi.

Izzudin memproyeksikan keuangan digital Indonesia akan lebih meningkat mencapai 146 billion US dolar pada 2025 medantang, atau setara dengan 9,23 persen PDB Indonesia. Dengan kondisi ini, da mengingatkan Indonesia harus mampu beradaptasi dengan segala perubahan guna mengambil peluang sekaligus mengantisipasi tantangan ekosistem keuangan digital.

 Hinggis Leonanda/Universitas Multimedia Nusantara

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya