Hoaks Terkini Seputar Masker, Simak Faktanya

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 08 Agu 2022, 21:00 WIB
Diperbarui 09 Agu 2022, 11:17 WIB
FOTO: Melihat Persiapan Dokter Memakai APD Tingkat 3
Perbesar
dr Rahmadi Iwan Guntoro, Sp.P merapikan maskernya di Rumah Sakit Haji, Jakarta, Kamis (9/4/2020). Tenaga medis yang menggunakan alat pelindung diri pada tingkatan perlindungan ketiga, yaitu dokter, perawat, dan petugas laboran (laboratorium). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks seputar masker masih beredar di tengah pandemi Covid-19 meski telah berjalan hampir 3 tahun, kondisi ini tentu dapat menimbulkan kekhawatiran.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi penggunaan masker, hasilnya sebagian kabar tersebut terbukti hoaks.

Berikut kumpulan hoaks seputar masker.

Vaksin adalah Penipuan karena Tetap Pakai Masker dan Bisa Sakit

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim vaksin adalah penipuan karena tetap pakai masker dan masih bisa sakit, informasi tersebut diunggah salah satu pengguna Facebook, pada 31 Juli 2022.

Unggahan klaim vaksin adalah penipuan karena tetap pakai masker dan masih bisa sakit, tersebut berupa tulisan yang menyebutkan jika setelah divaksin masih memakai masker dan sakit harus mengakui kalau telah ditipu.

Berikut tulisan klaim vaksin adalah penipuan karena tetap pakai masker dan masih bisa sakit.

"Jika Anda masih membutuhkan booster setelah divaksinasi penuh... dan masih perlu dites... dan masih perlu memakai masker... dan masih dirawat di rumah sakit...Itu mungkin saat Anda mengakui bahwa Anda telah ditipu.

FAKTA BAHWA ANDA BERPIKIR INI NORMAL, ITU BUKAN NORMAL."

Benarkah klaim vaksin adalah penipuan karena tetap pakai masker dan masih bisa sakit? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Mengenakan Masker Hirup Racun Sebabkan Infeksi Pneumonia Bakterial dan Hipoksia

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim mengenakan masker menghirup racun sebabkan infeksi pneumonia bakterial dan hipoksia. Kabar tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 24 Juli 2022.

Unggahan klaim mengenakan masker menghirup racun sebabkan infeksi pneumonia bakterial dan hipoksia tersebut berupa foto ilustrasi organ paru-paru, terdapat tulisan sebagai berikut.

"Bacterial PneumiaWhen you exhale your body is eliminating toxins and unhealty bacteria. By eraring a mask the toxic matter is trapped on the fabric and you're inhaling it all back in, causing infections like bacterial pneumia and hypoxia."

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"pneumonia bakteriSaat Anda menghembuskan napas, tubuh Anda membuangRacun dan bakteri tidak sehat.... melaluimasker, zat beracun terperangkap kain saat Anda menghirup semuanya lagiMenyebabkan infeksi seperti pneumonia bakterial dan hipoksia."

Benarkah klaim mengenakan masker menghirup racun sebabkan infeksi pneumonia bakterial dan hipoksia? Simak dalam artikel berikut ini...

 

 


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya