Cek Fakta: Tidak Benar Vaksin adalah Penipuan karena Tetap Pakai Masker dan Bisa Sakit

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 08 Agu 2022, 16:00 WIB
Diperbarui 08 Agu 2022, 16:00 WIB
Tangkapan layar  klaim vaksin adalah penipuan karena tetap pakai masker dan masih bisa sakit
Perbesar
Penelusuran klaim vaksin adalah penipuan karena tetap pakai masker dan masih bisa sakit

Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim vaksin adalah penipuan karena tetap pakai masker dan masih bisa sakit, informasi tersebut diunggah salah satu pengguna Facebook, pada 31 Juli 2022.

Unggahan klaim vaksin adalah penipuan karena tetap pakai masker dan masih bisa sakit, tersebut berupa tulisan yang menyebutkan jika setelah divaksin masih memakai masker dan sakit harus mengakui kalau telah ditipu.

Berikut tulisan klaim vaksin adalah penipuan karena tetap pakai masker dan masih bisa sakit.

"Jika Anda masih membutuhkan booster setelah divaksinasi penuh... dan masih perlu dites... dan masih perlu memakai masker... dan masih dirawat di rumah sakit...Itu mungkin saat Anda mengakui bahwa Anda telah ditipu.

FAKTA BAHWA ANDA BERPIKIR INI NORMAL, ITU BUKAN NORMAL."

Benarkah klaim vaksin adalah penipuan karena tetap pakai masker dan masih bisa sakit? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim vaksin adalah penipuan karena tetap pakai masker dan masih bisa sakit, dalam artikel berjudul "Masyarakat Diingatkan Lanjutkan Vaksin Booster Demi Kesehatan" yang dimuat Liputan6.com

Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp. mengatakan, meski sudah vaksin booster memang masih ada kemungkinan terinveksi Covid-19, namun efeknya tidak separah orang yang tidak divaksi dan dapat menekan tingkat kematian.

"Berdasarkan data di DKI Jakarta, tingkat keparahan 2,9 kali lebih rendah dari yang tidak di booster dan kematiannya 3,4 kali lebih rendah dibanding tidak booster," papar Dirga.

Dalam artikel berjudul "Prokes dan Vaksinasi Booster, Cegah Keparahan Saat Terpapar Virus Corona COVID-19" yang dimuat Liputan6.com, 

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan, seseorang yang sudah divaksin lengkap, bahkan booster sekalipun tidak menjamin dapat 100 persen kebal dari COVID-19.

Oleh karena itu, perlindungan setelah vaksinasi COVID-19 adalah disiplin protokol kesehatan dengan tetap memakai masker. Penggunaan masker pun diimbau kini kembali diterapkan baik di dalam maupun luar ruang seiring kenaikan kasus COVID-19 yang sedang terjadi.


Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim vaksin adalah penipuan karena tetap pakai masker dan masih bisa sakit tidak benar.

Seseorang yang sudah divaksin lengkap, bahkan booster sekalipun tidak menjamin dapat 100 persen kebal dari COVID-19. Namun efeknya tidak separah orang yang tidak divaksi dan dapat menekan tingkat kematian.

Oleh karena itu, perlindungan setelah vaksinasi COVID-19 adalah disiplin protokol kesehatan dengan tetap memakai masker. 

Banner Cek Fakta: Salah
Perbesar
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya