ASO Dukung Percepatan Transformasi Digital Indonesia

Oleh Liputan6.com pada 05 Agu 2022, 18:00 WIB
Diperbarui 05 Agu 2022, 18:00 WIB
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat menyatakan, penggunaan Analog Switch Off (ASO) atau TV analog di kabupaten Garut, Jawa Barat, bakal segera mulai April tahun depan.
Perbesar
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat menyatakan, penggunaan Analog Switch Off (ASO) atau TV analog di kabupaten Garut, Jawa Barat, bakal segera mulai April tahun depan. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Liputan6.com, Jakarta - - Program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, tentang program penghentian siaran analog atau analog switch off (ASO) diharapkan bisa mendukung percepatan transformasi digital. Oleh karena itu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melibatkan beberapa pemangku kepentingan untuk menyukseskan program tersebut.

Geryanti Kurnia sebagai Direktur Penyiaran Direktorat Jenderal Penyelengaraan Pos dan Informatika Kemkominfo, mengatakan Presiden telah merancang percepatan transformasi digital, dan ia menambahkan bahwa pelaksanaan program ASO akan memungkinkan untuk digital dividen.

Hal ini dilihat dari adanya penggunaan spektrum frekuensi radio yang hemat memungkinkan untuk pemanfaatan layanan internet broadband atau internet kecepatan tinggi, seperti jaringan 5G yang sudah di uji coba di beberapa kota, termasuk saat pengelaran MotoGP Mandalika, Maret lalu.

"Sebab, setiap satu frekuensi kanal siaran analog bisa dipergunakan untuk 6-12 siaran digital, tergantung ukuran kanalnya. Jumlah frekuensi yang digunakan untuk TV analog saat ini hampir 378. Gara-gara efisiensi dari satu frekuensi bisa digunakan enam sampai 12  itu, jumlah TV sekarang 697 karena (migrasi) tv analog itu bisa dimasukkan dalam frekuensi hanya 172,” dia menjelaskan seperti dikutip dari situs Kemkominfo.

Hal ini ia sampaikan saat mengikuti Webinar Sosialisasi ASO dan Seremoni Penyerahan Bantuan STB Kementerian Kominfo RI bersama Komisi I DPR RI dari Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Ia juga menambahkan, digital dividend juga bisa dipergunakan menambah cakupan internet ke berbagai wilayah yang belum menjangkau siaran TV analog terutama di daerah 3T atau Terdepan,Terluar dan Tertinggal.

Lebih lanjut Geryantika menjelaskan dampak positif program ASO yang menambah jaringan dan kecepatan internet, dapat lebih menimbulkan efek berganda (multiplayer effect). Juga ia mengatakan masalah internet yang tidak merata bisa selesai dengan ASO yang akan selesai pada 2 November 2022 mendatang.

Maka itu, dia mewanti-wanti kepada semua pihak yang terlibat jangan menunda program yang sudah menjadi amanat Undang-Undang (UU) yang dibuat oleh Presiden, Pemerintah dan DPR.

 

-Hinggis Leonanda/Universitas Multimedia Nusantara

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya