Hoaks Seputar Covid-19, dari Masker sampai vaksin

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 03 Agu 2022, 07:00 WIB
Diperbarui 06 Agu 2022, 09:05 WIB
Tangkapan klaim mengenakan masker menghirup racun sebabkan infeksi pneumonia bakterial dan hipoksia
Perbesar
Penelusuran klaim mengenakan masker menghirup racun sebabkan infeksi pneumonia bakterial dan hipoksia

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks seputar Covid-19 masih beredar di tengah masyarakat dengan beragam sajian, kondisi ini dapat menyesatkan dan merugikan pihak yang mempercayainya.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejulah hoaks seputar Covid-19 yang beredar di media sosial, hasilnya sebagian terbukti hoaks.

Untuk menghindari hoaks kita perlu selektif terhadap informasi yang didapat, pastikan kebenaran informasi tersebut sebelum mempercayainya.

Berikut kumpulan hoaks seputar Covid-19 sepekan.

Mengenakan Masker Hirup Racun Sebabkan Infeksi Pneumonia Bakterial dan Hipoksia

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim mengenakan masker menghirup racun sebabkan infeksi pneumonia bakterial dan hipoksia. Kabar tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 24 Juli 2022.

Unggahan klaim mengenakan masker menghirup racun sebabkan infeksi pneumonia bakterial dan hipoksia tersebut berupa foto ilustrasi organ paru-paru, terdapat tulisan sebagai berikut.

"Bacterial PneumiaWhen you exhale your body is eliminating toxins and unhealty bacteria. By eraring a mask the toxic matter is trapped on the fabric and you're inhaling it all back in, causing infections like bacterial pneumia and hypoxia."

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"pneumonia bakteriSaat Anda menghembuskan napas, tubuh Anda membuangRacun dan bakteri tidak sehat.... melaluimasker, zat beracun terperangkap kain saat Anda menghirup semuanya lagiMenyebabkan infeksi seperti pneumonia bakterial dan hipoksia."

Benarkah klaim mengenakan masker menghirup racun sebabkan infeksi pneumonia bakterial dan hipoksia? Simak dalam artikel berikut ini...

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Pilot Citilink Meninggal Dunia Akibat Vaksin Covid-19

Beredar di media sosial postingan yang menyebut pilot Citilink meninggal dunia karena vaksin covid-19. Postingan ini beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 22 Juli 2022.

Dalam postingannya terdapat dua judul artikel berita yakni:

"Garuda Indonesia dan Citilink Pastikan Pilot dan Awak Kabin Sudah Vaksin Covid-19" dan "Pilot Citilink Meninggal Dunia Usai Terbang Selama 15 Menit, Pesawat Mendarat Darurat".

Dalam dua judul artikel tersebut disertai tulisan "Before" pada judul artikel pertama dan "After" pada judul artikel kedua.

Akun tersebut menambahkan narasi: "Resiko Penerbangan Pasca Vaksinasi"

Lalu benarkah postingan yang menyebut pilot Citilink meninggal dunia karena vaksin covid-19? Simak dalam artikel berikut ini...

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Organisasi Dokter yang Menentang Vaksin dalam Video Ini Terbesar di AS

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video organisasi dokter terbesar di Amerika Serikat (AS) menentang vaksin, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 24 Juni 2022.

Unggahan klaim video organisasi dokter terbesar di AS menentang vaksin, tersebut berupa video yang menampilkan sejumlah orang mengenakan jas putih, satu orang dalam video tersebut atas nama RICHARD URSO, MD AMERICA'S FRONLINE DOCTORS (AFLD) terlihat sedang menyampaikan orasi yang dilengkapi dengan tulisan sebagai berikut.

"KAMI BUKAN 1 DOKTER KAMI ADALAH 17.000 DOKTER!!"

ITU LEBIH DARI NIH, CDC DAN LEBIH DARI FDA

SEMUANYA DITANDATANGANI DAN DIVERIFIKASI

ADA KEKUATAN YANG KUAT MELAWAN KITA.. SEPERTI YANG KAU TAHU

MEDIA APAKAH ADA YANG MEMPERCAYAI MEDIA (YANG TERPERCAYA)?

APAKAH ANDA MEMPERCAYAI CDC DAN FDA?

APAKAH ANDA PERCAYA FAUCI?SANTALAH BAGUS KAMI DIPECAR DISENSOR DIHAPUS DARI WIKIPEDIA

TAPI KAMI TETAP TEGUH

HARI INI, KAMI MEWAKILI 17.000 DOKTER, ILMUWAN, DAN KEMANUSIAAN

KAMI MEMILIKI TIGA REKOMENDASI TANG TAK TERBANTAHKAN UNTUK DATA BERKUALITAS TINGGI

DAN HARI INI AKU PUNYA PERMINTAAN UNTUKMU..

HARI INI KAMU AKAN MENDENGAR KEBENARAN

SAYA AKAN MEMINTA ANDA UNTUK MEMILIKI KEBRANIAN DAN BERGABUNG DENGAN KAMI

UNTUK MEMBANTU GENERASI MASA DEPAN KITA LAWAN TIRANI INI"

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"#AYO_DUKUNG_MEREKAKita tidak sendiri, ada 17.000 Dokter yg Menentang Vaksin.#SalamPeoplePower"

Benarkah klaim video organisasi dokter terbesar di AS menentang vaksin? Simak dalam artikel berikut ini...

 

 


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya