Upaya Mencegah Pelecehan Seksual dengan Literasi Digital

Oleh Liputan6.com pada 28 Jul 2022, 16:00 WIB
Diperbarui 28 Jul 2022, 16:00 WIB
Video Pelecehan Seksual Terjadi di Kereta Argo Luwu Viral di Medsos, Ini Tanggapan KAI
Perbesar
Ilustrasi seorang perempuan ekspresikan stop kekerasan seksual. (Sumber foto: Pexels.com).

Liputan6.com, Jakarta - Upaya pencegahan tindak pelecehan seksual yang terjadi di dunia digital harus disetarakan dengan memberikan pendidikan terhadap anak tentang keamanan saat beraktivitas di media sosial. Hal ini diungkap salah satu relawan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) wilayah Pontianak, Eko Akbar Setiawan.

Dikutip dari Antara News, Eko menyebut, meski peran orang tua sudah kuat untuk mendampingi sang anak bermain media sosial, tapi akan ada satu kesempatan untuk sang anak bermain dengan bebas.

Maka itu, dia tetap mengimbau orang tua untuk tetap mendampingi dan meningkatkan literasi pada anak untuk menggunakan media sosial secara positif.

“Pelecehan seksual bisa terjadi kalau ada pikiran negative dari seseorang. Jadi, pikiran positif jadi faktor yang mencegah terjadinya pelecehan seksual di dunia digital.” ungkap Eko dalam webinar bertema “Lawan Pelecehan Seksual di Ruang Digital” yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, dosen Ilmu Komunikasi Usahid Jakarta, Khairul Syafuddin menambahkan, masyarakat harus paham, setiap konsekuensi pelanggaran di dunia maya itu harus dibayar di dunia nyata.

Sehingga masyarakat harus lebih bijak dalam menggunakan ruang digital dengan rasa tanggung jawab dan menghindari perbuatan negatif yang bisa melanggar hukum. Salah satunya adalah pelecehan di media sosial.

Menurutnya, pelecehan seksual banyak tak hanya terpaku pada pornografi, tetapi melakukan body shamming dengan menggunakan bahasa yang berlebihan dan cabul. Ada juga yang memaksa atau mengiming-imingkan remaja untuk membagikan foto yang tidak baik. Hal itu sudah termasuk kejahatan pelecehan sosial.

"Apabila kita memegang nilai-nilai positif, maka kita tidak akan masuk ke dalam lingkaran orang-orang yang melakukan pelecehan seksual, bahkan kita berusaha untuk menghindarinya," ujar Syafuddin.

Kegiatan ini sendiri dilakukan untuk mengedukasi masyarakat untuk menggunakan internet lebih cerdas, positif, kreatif dan produktif, dan juga salah satu rangkaian program Gerakan Nasional Literasi Digital ole Kemkominfo.

Hinggis  Leonanda

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya