Bawaslu Kota Makassar Ajak Siswa SMA Tangkal Hoaks soal Pemilu

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 27 Jul 2022, 21:00 WIB
Diperbarui 27 Jul 2022, 21:00 WIB
Ilustrasi Pemilu 2019
Perbesar
Badut berbentuk kotak suara Komisi Pemilihan Umum (KPU), ondel-ondel, dan marching band ikut meramaikan pawai Deklarasi Kampanye Damai di Monas, Minggu (23/9). (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Bawaslu Kota Makassar, Sulawesi Selatan terus berupaya meningkatkan pemahaman siswa tentang pelaksanaan pemilu yang berkeadilan. Bawaslu Makassar pun menggelar program goes to school atau menuju sekolah.

Ketua Bawaslu Kota Makassar Abdillah Mustari mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menangkal praktik politik uang hingga hoaks soal pemilu.

"Kegiatan ini bertujuan sebagai sarana pemberian pemahaman sekaitan dengan praktik money politik, penyebaran hoaks dan adanya isu SARA yang berkembang di tengah-tengah masyarakat," kata Abdillah dilansir dari Antara, Rabu (27/7/2022).

Bawaslu Makassar juga memberikan pemahaman kepada para siswa tentang pentingnya keterlibatan pemuda dalam pelaksanaan Pemilu yang berkeadilan.

"Pemahaman dan sosialisasi kepada siswa-siswi yang juga sebagai pemilih pemula berusia 17 tahun memiliki hak sebagai warga negara untuk digunakan pada hari pemungutan suara, sehingga hak tersebut digunakan sebagai hak konstitusional warga," ucap dia.

Abdillah mengemukakan, SMA Negeri 12 merupakan sekolah pertama dilaksanakan program goes to school dan selanjutnya menyusul sekolah SMA lainnya sebagai upaya penyelenggara menyiapkan teknis maupun administratif yang telah disusun guna mensukseskan Pemilu serentak pada 14 Februari 2024.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 12, Subhan mengapresiasi penuh kunjungan Bawaslu ke sekolahnya. Menurut dia, diperlukan keterlibatan kaum milenial sebagai pemilih pemula untuk terlibat aktif pada sejumlah kegiatan yang menunjang tahapan Pemilu seperti seruan di media sosial.

"Kami mengapresiasi kunjungan Bawaslu hari ini. Kegiatan yang dilaksanakan sangat bermanfaat bagi siswa-siswi kami. Semoga ada keberlanjutan kegiatan ke depannya," papar Subhan sembari menirukan ucapan tagline Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu diikuti para siswa.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya