Ruang Digital Sudah Menjadi Bagian Kehidupan Manusia

Oleh Liputan6.com pada 12 Jul 2022, 19:00 WIB
Diperbarui 12 Jul 2022, 19:00 WIB
Transaksi Digital Askrindo Tingkatkan Gerakan Literasi Masyarakat
Perbesar
Ilustrasi transaksi digital. (Liputan6.com/HO/Iqbal)

Liputan6.com, Jakarta - Literasi digital adalah salah satu faktor kunci yang harus dipelajari semua masyrakat demi dapat memanfaatkan peluang baru di tengah pergeseran teknologi seperti sekarang. Hal itu diungkap Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian dan Informatika (Kominfo), Samuel Abrijani Pangerapan.

Samuel menganggap ruang digital sudah menjadi bagian dari kehdiupan manusia, ditambah dengan situasi pandemic COVID-19 yang memaksa masyarakat untuk terbiasa dengan media sosial. Tapi hal ini menurutnya belum cukup menjadikan Indonesia di tahap transformasi digital.

Dilansir dari Antara News, data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan pengguna internet Indonesia mencapai 210 Juta yang setara dengan 77 persen penduduk Indonesia dan angka ini menunjukan Indonesia meningkat empat persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Samuel juga mengungkapkan, jika Indonesia ingin melakukan transformasi digital tidak cukup hanya dengan bisa menggunakan gawai atau mengakses digital saja. Merujuk laporan World 2018 lalu, ia menyebutkan Indonesia masih membutuhkan 90 juta talenta digital yang memenuhi kriteria hingga tahun 2030 mendatang.

“Jadi setara sama 600 ribu talenta per tahunnya untuk mendukung proses transformasi digital nasional nantinya,” ujarnya.

Dengan adanya target kebutuhan tersebut Samuel dan pihaknya selalu mendorong literasi digital, salah satunya dengan adanya program literasi tingkat dasar Gerakan Nasional Digital yang menyasar keempat pilar utama literasi digital.

Samuel sangat berharap dengan program literasi tersebut dapat membawa perubahan yang positif bagi masyarakat Indonesia, dan juga ia menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang bekerjasama dan mendukung Kementerian Kominfo dalam program ini demi mencetak talenta digital.

 

Hinggis Leonanda/Universitas Multimedia Nusantara

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya