6 Hoaks Sepekan, dari Isi BBM Pakai MyPertamina sampai Korban Vaksin Covid-19

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 11 Jul 2022, 09:00 WIB
Diperbarui 11 Jul 2022, 09:00 WIB
Klaim surat panggilan kerja (PLN)
Perbesar
PLN imbau para pelamar kerja untuk berhati-hati terhadap maraknya hoaks sebagai modus penipuan rekrutmen pegawai

Liputan6.com, Jakarta- Informasi yang beredar di media sosial semakin beragam, dari seputar kesehatan hingga kondisi terkini di dalam negeri. Namun, sebaiknya kita tidak langsung mempercayai kabar tersebut agar tidak menjadi korban hoaks.

Atas kebaradaan hoaks tersebut sebaiknya kita selektif dalam menyaring berita yang akan dipercaya. Pasalnya, informasi palsu tersebut dapat merugikan.

Kita pun bisa melakukan pemeriksaan untuk memastikan informasi yang didapat hoaks atau benar secara mandiri, dengan mengikuti tips yang ada dalam halaman berikut ini.

Berikut kumpulan hoaks yang beredar dalam sepekan.

1. Video Mobil Terbakar di SPBU Gombong Kebumen karena Isi BBM Pakai Aplikasi MyPertamina

 Sebuah video yang diklaim mobil terbakar di SPBU Gombong Kebumen karena mengisi BBM pakai aplikasi MyPertamina beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan oleh salah satu akun Facebook pada 8 Juli 2022.

Video berdurasi 30 detik itu memperlihatkan sebuah mobil minibus berwarna hijau terbakar di area SPBU. Video itu kemudian dikaitkan dengan kabar bahwa mobil tersebut terbakar karena mengisi BBM menggunakan aplikasi MyPertamina.

 "MyPertamina

Nah sudah ada kejadian akibat ada peraturan goblok dlm mengisi BBM menggunakan aplikasi Tadi sore di SPBU desa Wero Gombong Kebumen........

Inilah skenario dari r3z1m

Hancurkan negara," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 5.900 kali ditonton dan mendapat 20 komentar warganet.

Benarkah dalam video itu sebuah mobil terbakar di SPBU Gombong Kebumen karena mengisi BBM pakai aplikasi MyPertamina? Simak hasil penelusurannya di sini.

 

2. Mengonsumsi Air Rebusan Buah Zuriat Tingkatkan Peluang Hamil

Klaim tentang mengonsumsi air rebusan buah zuriat dapat meningkatkan peluang hamil beredar di media sosial. Klaim tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 5 Juli 2022.

Akun Facebook tersebut mengunggah narasi berisi klaim bahwa air rebusan buah zuriat ampuh meningkatkan peluang hamil.

"Yang punya keluhan seperma encer & tidak berkualiatas

Bisa rutin minum rebusan buah ini,alhamdulilah sudah banyak sekali suami istri yang susah mendapatkan momongna berhasil lantaran buah ini😊diimbangi doa, sisanya tawakal sama Allah," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 38 kali direspons dan mendapat 14 komentar warganet.

Benarkah meminum air rebusan buah zuriat dapat meningkatkan peluang hamil? Simak hasil penelusurannya dalam halaman berikut ini.

 

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Hoaks Berikutnya

3. Surat Pemanggilan Seleksi Pegawai Pertamina

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi surat pemanggilan seleksi rekrutmen pegawai PT Pertamina (Persero). Kabar tersebut beredar di tengah masyarakat.

Surat pemanggilan seleksi rekrutmen pegawai Pertamina terdiri dari lima lembar, pada lembar pertama disertai kepala surat mengatasnamakan Pertamina Marketing Branch Pertamina DIY & Surakarta yang beralamat di Jl. Sugianyar No.10, Dangin Puri, Denpasar Tim., Kota Denpasar Denpasar, Bali.

Dalam lembar tersebut berisi pemberitahuan bahwa seorang yang namanya tercantum dalam surat tersebut lolos untuk melanjutkan seleksi rekrutmen pegawai Pertamina tahap berikutnya berupa tes wawancara, dengan membawa surat pemanggilan tersebut dan dokumen lain yang dibutuhkan seperti KTP atau SIM.

Pada lembar kedua surat pemanggilan seleksi rekrutmen pegawai tersebut, terdapat ketentuan tes laboratorium kesehatan dan kebugaran. Untuk mengikuti tes tersebut peserta diminta untuk menalangi biaya akomodasi dan biaya tersebut akan digantikan pihak Pertamina sebelum kegiatan dimulai.

Peserta Tes di wajibkan untuk melakukan sms konfirmasi kehadiran ke bapak Muhammad Soleh 0813-xxx-xxx. Dengan mengirim format: NAMA#NOMOR.TES#HADIR/TIDAK.

Untuk reservasi tiket dan penjemputan dari bandara ke tempat pelaksanaankegiatan peserta seleksi diharapkan melakukan pemesanan tiket pulang - pergi, hotel, penjemputandan lain lain ke travel yang sudah disediakan guna mempermudah sistem penggantian dana nantinya.

Dalam surat tersebut travel yang mengurusi akomodasi adalah ANGKASA PURA TOUR & TRAVEL yang beralamat diTuban, Kuta, Badung Regency, Bali 80361dengan penanggung jawab Riki Rifaldi.

Pada lembar ketiga hingga enam, terdapat 100 nama yang diklaim sebagai peserta seleksi rekrutmen pegawai Pertamina.

Benarkah surat pemanggilan seleksi pergawai Pertamina? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

 

4. Parasetamol Mengandung Virus Berbahaya Machupo

Beredar kembali di media sosial dan aplikasi percakapan pesan berantai yang menyebut parasetamol mengandung virus berbahaya Machupo. Pesan berantai itu beredar sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya dengan narasi sebagai berikut:

"PERINGATAN Urgent: Hati-hati untuk tidak menggunakan Paracetamol yang datang ditulis P/500. Ini adalah Parasetamol baru, sangat putih dan mengkilap, mengandung “Machupo” virus, dianggap salah satu virus yang paling berbahaya di dunia dan dengan tingkat kematian yang tinggi. Silakan berbagi pesan ini, untuk semua orang dan keluarga dan menyelamatkan hidup dari mereka. Saya sudah melakukan bagian saya, sekarang giliran Anda."

Akun itu menambahkan narasi "Ojo baseng2 ngombe parasetamolKui diwoco.."

Lalu benarkah pesan berantai yang menyebut parasetamol mengandung virus berbahaya Machupo? Simak hasil penelusurannya di sini.

5. Surat Pemanggilan Seleksi Calon Karyawan PLN Minta Biaya Akomodasi

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi surat pemanggilan seleksi calon karyawan PT PLN (Persero), informasi tersebut beredar di tengah masyarakat.

Surat panggilan seleksi karyawan PLN tersebut terdapat 5 lembar, lembar pertama disertai kepala surat mengatasnamakan PT Perusahaan Listrik Negara yang disertai logo perusaan tersebut dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara yang ditujukan kepada para calon Karyawan BUMN PT. PLN (persero).

Pada lembar pertama tersebut terdapat pernyataan kelulusan mengikuti seleksi rekrutmen karyawan tahap berikutnya dan jadwal tahapan seleksi mulai pada 11 sampai 13 Juli 2022.

Berikutnya di lembar kedua dan ketiga terdapat 90 nama calon karyawan yang dinyatakan lulus untuk mengikuti seleksi.

Pada lembar keempat, para calon karyawan diarahkan untuk segera konfirmasi kesediaan atau ketidak bersediaan untuk mengikuti proses seleksi tersebut dengan mengirim format sebagai berikut.

PLN - NAMA/NO.TES - HADIR/TIDAK

Untuk konfirmasi kehadiran para peserta diarahkan untuk mengirim pesan singkat ke nomor +62 852-5565-6908 atas nama Ketua Tim Recruitment Drs.Albertus Noach Alexander Ansanay. M.Ak.

Masih dalam lembar tersebut, peserta diminta untuk membayar biaya akomodasi saat tes, biaya tersebut nantinya akan diganti oleh pihak PLN.

Pada lembar kelima, terdapat formulir registrasi untuk reservasi tiket transportasi dan registrasi kartu peserta tes interview.

Benarkah surat pemanggilan seleksi calon karyawan PLN? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

 

6.  Tjahjo Kumolo Meninggal karena Vaksin Covid-19

 Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Tjahjo Kumolo meninggal dunia karena vaksin.

Informasi Tjahjo Kumolo meninggal dunia karena vaksin diunggah salah satu akun Facebook, pada 1 Juli 2022. Unggahan tersebut berupa tangkapan layar cuitan salah satu akun Twitter sebagai berikut.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun.

Semoga husnul khatimah.

Untuk semuanya, yang mendapat

V4KSIN mRN4, segera check up

kondisi Pembuluh Darah dan Jantung.

Check MRA dan CT Jantung dan Pembuluh Darah."

Unggahan cuitan tersebut disertai dengan tautan artikel news.detik.com berjudul "Innalillahi, MenPAN-RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia".

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Innalillahi...Lagi dan lagi korb4n mecin"

Benarkah informasi Tjahjo Kumolo meninggal dunia karena vaksin covid-19? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya