Hoaks Seputar Kuota Haji, Simak Faktanya

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 07 Jul 2022, 11:00 WIB
Diperbarui 07 Jul 2022, 11:00 WIB
Tangkapan layar klaim 10 ribu tambahan kuota haji tidak diambil pemerintah karena negara bangkrut
Perbesar
Penelusuran klaim 10 ribu tambahan kuota haji tidak diambil pemerintah karena negara bangkrut

Liputan6.com, Jakarta- Informasi seputar ibadah haji beredar di tengah pelaksanaan rukun Islam yang kelima tersebut, salah satunya adalah tentang kuota keberangkatan.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi seputar kuota haji, hasilnya sebagian terbukti hoaks.

Atas kebaradaan hoaks tersebut sebaiknya kita selektif dalam menyaring berita yang akan dipercaya. Pasalnya, informasi palsu tersebut dapat merugikan.

Kita pun bisa melakukan pemeriksaan untuk memastikan informasi yang didapat hoaks atau benar secara mandiri, dengan mengikuti tips yang ada dalam halaman berikut ini.

Simak kumpulan hoaks seputar kuota haji.

1. Pemerintah Tak Ambil 10 Ribu Tambahan Kuota Haji karena Negara Bangkrut

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim 10 ribu tambahan kuota haji tidak diambil pemerintah karena negara bangkrut tidak bisa mengembalikan dananya.

Klaim 10 ribu tambahan kuota haji tidak diambil pemerintah karena negara bangkrut tidak bisa mengembalikan dananya diunggah salah satu akun Facebook, pada 2 Juli 2022.

Unggahan tersebut berupa tulisan sebagai berikut.

"KACAU DAN PARAH...! TAMBAHAN 10 RIBU QUOTA HAJI 2022 TIDAK DI AMBIL KARENA NEGARA BANGKRUT TIDAK BISA KEMBALIKAN DANA HAJI YANG DI EMBAT.Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto mengatakan penambahan kuota haji sebanyak 10 ribu jemaah yang diberikan pemerintah Arab Saudi kepada RI tidak jadi diambil.Karena ga ada duitnya ūüėÄ efek haji diurusin sama si luhut k4fir, kenapa bisa gitu, karena biaya haji sekarang harus dikeluarkan dari APBN bukan dari tabungan haji, karena dananya udah nggak ada, dipake buat infrastruktur dan kepentingan lain diluar haji, jadi biar APBN tidak terlalu berat, kuotanya dikecilkan."

Kemudian disertai dengan tangkapan layar artikel berjudul "Komisi VII DPR Sebut Tambahan 10 Ribu Kuota Haji untuk RI Tak Jadi Diambil" yang dimuat situs detiknews.

Benarkah klaim 10 ribu tambahan kuota haji tidak diambil pemerintah karena negara bangkrut tidak bisa mengembalikan dananya? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Malaysia Dapat Tambahan Kuota Haji Saat Lockdown

Kabar tentang Malaysia mendapat tambahan kuota haji saat lockdown beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan akun Facebook Nabila Zidane pada 4 Juni 2021.

Akun Facebook Fans Nabila Zidane menuliskan narasi berisi bahwa Malaysia mendapat kuota haji saat lockdown.

"Malaysia sedang lockdown aja bisa dpt tambahan kuota Haji. Nah Indonesia malah di stop. How come? why? alias kok isooook? Heraaan," tulis akun Facebook Nabila Zidane.

Konten yang disebarkan akun Facebook Nabila Zidane telah 31 kali dibagikan dan mendapat 40 komentar warganet.

Benarkah Malaysia mendapat tambahan kuota haji saat lockdown? Simak hasil penelusurannya di sini.

 


Arab Saudi Tolak Berikan Kuota Haji 2021 untuk RI

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Arab Saudi menolak memberi kuota haji 2021 untuk Indonesia. Klaim tersebut diunggah akun Facebook Dhien Doank, pada 4 Juni 2021.

Unggahan tersebut berupa rangkaian foto tangkapan layar enam artikel media online terkait pelaksanaan ibadah haji 2021.

Kemudian foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Harusnya sebagai menteri agama Yaqut menjadi menteri yang terdepan dalam kejujuran, tapi apa yang terjadi, pemerintah Arab Saudi menolak memberikan kuota haji pada RI, dia sebarkan kebohongan busuk dengan mengatakan Indonesia tidak memberangkatkan haji demi keselamatan jamaah".

Benarkah klaim Arab Saudi menolak memberi kuota haji 2021 untuk Indonesia? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

 


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya