6 Hoaks Sepekan, dari Pembagian Subsidi Energi sampai Vaksin Pemicu Hepatitis

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 04 Jul 2022, 12:00 WIB
Diperbarui 04 Jul 2022, 12:00 WIB
Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta
Perbesar
Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta untuk melawan hoaks/kly

Liputan6.com, Jakarta- Beragam informasi beredar di media sosial bahkan menjadi viral, namun tidak semua kabar yang dibagikan tersebut benar.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi yang beredar di media sosial, hasilnya sebagian informasi tersebut terbukti hoaks.

Hoaks tersebut tentu bisa merugikan jika kita yang terlajur mempercayainya, agar terhindari dari hoaks sebaiknya kita selektif dalam menerima informasi dengan memastikan kebenarannya terlebih dahulu.

Berikut kumpulan hoaks yang beredar dalam sepekan.

1. Pertamina dan Pemerintah Bagikan Subsidi Energi Rp 3 juta

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim PT Pertamina (Persero) dan pemerintah membagikan subsidi energi Rp 3 juta, informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Klaim Pertamina dan pemerintah membagikan subsidi energi Rp 3 juta berupa tautan sebagai berikut.

"enthusiastnegligence.top/pertaminaid-yh/tb.php?uy=yd1656819460103"

Ketika diklik, tautan tersebut mengarah pada halaman situs ber isi kalimat yang menyatakan jika anda mendapat subsidi energi Rp 3 juta dari Pertamina dan pemerintah dengan mengisi kuesioner berikut.

"🎉Pertamina Government energy subsidies!🎊 3 July, 2022

Congratulations!Pertamina Government energy subsidies!

Through the questionnaire, you will have a chance to get 3000000 Rupiah ."

Benarkah Pertamina dan pemerintah membagikan subsidi energi Rp 3 juta? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

 

2. Video Paduan Suara untuk Sambut Jokowi di Rusia

Sebuah video yang diklaim paduan suara anak-anak untuk menyambut kedatangan Presiden Jokowi di Rusia beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 1 Juli 2022.

Video berdurasi 1 menit 45 detik itu memperlihatkan sekelompok anak tengah menyanyikan lagu Indonesia Raya. Mereka tampak mengenakan kemeja putih dan celana hitam.

Video itu kemudian dikaitkan paduan suara anak-anak dalam rangka menyambut kedatangan Presiden Jokowi di Rusia.

"moment anak-anak Rusia menyanyikan lagu Indonesia raya dalam rangka menyambut kedatangan presiden jokowi dalam misi perdamaian dunia," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah beberapa kali direspons dan mendapat 2 komentar dari warganet.

Benarkah dalam video paduan suara anak-anak dalam rangka menyambut Jokowi di Rusia? Simak hasil penelusurannya dalam halaman berikut ini.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Hoaks Berikutnya

2. Daftar Biaya Tilang di Indonesia

 Beredar di media sosial dan aplikasi percakapan pesan berantai berisi daftar biaya tilang di Indonesia. Pesan berantai ini muncul sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Ia mengunggahnya pada 12 Juni 2022.

Berikut isi postingannya:

"BIAYA tilang terbaru di indonesia

1. Tidak ada STNK Rp. 50,000

2. Tdk bawa SIM Rp. 25,000

3. Tdk pakai Helm Rp. 25,000

4. Penumpang tdk pakai Helm Rp. 10,000

5. Tdk pake sabuk pengaman Rp. 20,000

6. Melanggar lampu lalin:- Mobil Rp. 20,000- Motor Rp. 10.000

7. Tdk pasang isyarat mogok Rp. 50,000

8. Pintu terbuka saat jalan Rp. 20,000

9. Perlengkapan mobil Rp. 20,000

10. Melanggar TNBK Rp. 50,000

11. Menggunakan HP/SMS Rp. 70,000

12. Tdk miliki spion, klakson- Motor Rp. 50,000- Mobil Rp. 50,000

13. Melanggar rambu lalin Rp. 50,000.

JANGAN MINTA DAMAI

Segala pelanggaran di jalan raya baik berkendara motor/mobil, JANGAN MINTA DAMAI DAN MEMBERI UANG, KARENA ITU BERARTI MENYUAP.

Jadi, walaupun Polisi menawarkan damai, TOLAK SAJA karena itu HANYA PANCINGAN/JEBAKAN. Dan Lebih baik minta di tilang, lalu nanti urus saja di pengadilan.

Ini adalah Instruksi KAPOLRI kepada seluruh jajaran Polisi bahwa Bagi POLISI yang bisa membuktikan ada warga yang menyuap Polisi, Polisi tersebut akan mendapatkan BONUS sebesar Rp. 10jt/1 warga/pengemudi dan Penyuap akan dikenai hukuman 10 tahun penjara.

Polisi akan lebih memilih Rp 10 Juta dari pada suap kamu yang cuma Rp 50-100 ribu.Semoga informasi ini bermanfaat."

Lalu benarkah pesan berantai berisi daftar biaya tilang di Indonesia? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

 

4. Video Ini Aksi Penembakan di BRI Cabang Batulicin

 Sebuah video penembakan yang diklaim terjadi di Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Batulicin, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 27 Juni 2022.

Dalam video berdurasi 30 detik memperlihatkan aksi baku tembak antara petugas keamanan dengan seorang pria. Peristiwa itu diduga terjadi dalam sebuah bank. Dalam video itu juga terdapat narasi bahwa baku tembak terjadi di BRI cabang Batulicin.

"BRI CABANG BATULICIN," demikian narasi dalam video itu.

"Ngeri🔫🔫," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 547 kali direspons dan mendapat 733 komentar dari warganet.

Benarkah video itu merupakan aksi penembakan di BRI cabang Batulicin? Simak hasil penelusurannya di sini.

 


Hoaks Selanjutnya

5. Anies Baswedan Janjikan Udara Jakarta Bakal Seperti di Puncak

Beredar di media sosial postingan yang mengklaim Anies Baswedan menjanjikan udara di Jakarta bakal seperti di puncak. Postingan itu beredar sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 28 Juni 2022.

Dalam postingannya terdapat foto Anies Baswedan dengan narasi sebagai berikut:

"Anies: Saya Jamin Satu Tahun Pemerintahan Saya Udara di Jakarta Pasti Bisa Seperti di Puncak"

Lalu benarkah postingan yang mengklaim Anies Baswedan menjanjikan udara di Jakarta bakal seperti di puncak? Simak hasil penelusurannya di sini.

 

6. Vaksin Covid-19 Picu Hepatitis Akut

 Cek Fakta Liputan6.com mendapat klaim vaksin Covid-19 memicu hepatitis akut. Kabar tersebut diunggah salah satu pengguna Facebook, pada 10 Mei 2022.

Unggahan klaim vaksin Covid-19 memicu hepatitis akut tersebut berupa tangkapan layar tulisan "COVID-19 Vaccine Can Trigger Acute Hepatitis: Case Report."

Kemudian unggahan tersebut disertai dengan keterangan sebagai berikut.

"HEPATITIS bukan MISTERI. Italia sudah lockdown kembali. Kalian ingin lockdown jg? Lalu terapkan #MartialLaw? Liat yg terjadi di Shanghai China sebelum berlakukan lockdown🔥🔥".

Benarkah klaim vaksin Covid-19 memicu hepatitis akut? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya