Sosiolog Sebut Peningkatan Literasi Perlu Dilakukan Guna Cegah Hoaks

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 02 Jul 2022, 17:00 WIB
Diperbarui 02 Jul 2022, 17:00 WIB
FOTO: Wajah Baru Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta
Perbesar
Aktivitas pengunjung di Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (27/6/2022). Masing-masing lantai di Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta memiliki koleksi literasi sesuai jenis ilmu serta ruangan khusus baca, tempat diskusi, dan arena bermain anak. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Sosiolog pendidikan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Nanang Martono menilai, peningkatan literasi di tengah masyarakat perlu menjadi agenda prioritas guna mewujudkan generasi emas yang berkualitas.

"Peningkatan literasi merupakan hal yang sangat penting sehingga perlu menjadi agenda prioritas," kata Nanang dilansir dari Antara, Sabtu (2/7/2022). 

Dosen sosiologi pendidikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed itu menjelaskan, di tengah perkembangan teknologi digital dan gempuran arus informasi, masyarakat perlu memiliki budaya literasi yang tinggi.

"Salah satu tujuannya agar tidak mudah terpengaruh disinformasi atau hoaks," ucap dia.

Nanang menambahkan, peningkatan budaya literasi bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan atau sekolah saja, namun juga menjadi tanggung jawab keluarga dan lingkungan masyarakat.

"Untuk itu, peningkatan kualitas perpustakaan dari level kabupaten hingga desa menjadi agenda yang mendesak. Budaya baca dan minat baca harus terus ditumbuhkan di semua kalangan, termasuk juga siswa, mahasiswa, dan seluruh lapisan masyarakat. Membaca harus diposisikan sebagai kebutuhan, bukan hanya hiburan," tambah dia.

Dengan meningkatkan minat baca, kata dia, diharapkan juga akan dapat meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan serta menambah wawasan.

"Untuk meningkatkan minat baca, kata dia, tentunya program pembudayaan literasi harus terus diintensifkan di tengah masyarakat" katanya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya