Kominfo Sebut Literasi Digital Jadi Kunci Manfaatkan Peluang Teknologi

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 01 Jul 2022, 11:00 WIB
Diperbarui 01 Jul 2022, 11:00 WIB
Semuel Abrijani Pangerapan
Perbesar
Ketua Tim Panja RUU PDP Pemerintah sekaligus Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo Semuel Abrijani Pangerapan (Foto: Kemkominfo).

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, literasi digital menjadi salah satu faktor kunci memanfaatkan kesempatan atau peluang baru di tengah pergeseran teknologi. Ia memandang bahwa ruang digital sudah menjadi bagian dari realitas kehidupan manusia.

"Situasi pandemi COVID-19 memang telah mendorong masyarakat untuk terus mempercepat adopsi teknologi digital yang mengakibatkan adanya peningkatan kegiatan masyarakat yang cukup besar di ruang digital," ujar Semuel dilansir dari Antara, Jumat (1/7/2022).

Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 210 juta orang atau setara dengan 77 persen dari total penduduk Indonesia atau meningkat 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Dapat menggunakan gawai atau mengakses internet saja tidak cukup untuk membawa Indonesia melakukan transformasi digital," kata Semuel.

Merujuk pada laporan World Bank tahun 2018, Semuel juga menyebutkan bahwa Indonesia membutuhkan 90 juta talenta digital baru hingga tahun 2030 atau setara dengan 600 ribu talenta per tahunnya untuk dapat mendukung proses transformasi digital nasional.

Mengingat kebutuhan tersebut, ia mengatakan, pihaknya mendorong literasi digital melalui program literasi tingkat dasar Gerakan Nasional Literasi Digital yang menyasar empat pilar utama antara lain budaya digital, keamanan digital, etika digital, dan kecakapan digital.

"Besar harapan kami program literasi ini dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat Indonesia," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Semuel juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan dukungan semua pihak, termasuk swasta, yang telah berkolaborasi dengan Kementerian Kominfo guna mencetak talenta digital secara masif.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya