Simak Daftar Hoaks Keampuhan Garam Sebagai Obat Herbal, dari Sakit Gigi sampai Covid-19

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 27 Jun 2022, 09:00 WIB
Diperbarui 27 Jun 2022, 09:00 WIB
Mengurangi Konsumsi Garam
Perbesar
Ilustrasi Garam Credit: pexels.com/Glove

Liputan6.com, Jakarta- Informasi seputar keampuhan garam sebagai bahan obat herbal beredar di media sosial, namun sebaiknya kita selektif terhadap informasi yang didapat sebelum mempercayainya.

Dengan memastikan informasi benar atau salah sebelum kita mempercayainya merupakan salah satu cara untuk menghindari hoaks, sehingga kita tidak dirugikan oleh informasi palsu tersebut.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah melakukan penelusuran sejumlah informasi keampuhan garam sebagian bahan obat herbal, hasilnya sebagian terbukti hoaks.

Kita pun bisa melakukan penelusuran informasi yang didapat untuk membuktikan benar atau salah secara mandiri, caranya dengan mengikuti tips dalam halaman berikut ini.

Berikut kumpulan hoaks seputar keampuhan garam sebagai bahan obat herbal.

 

1. Berkumur dengan Air Rebusan Kulit Batang Mangga dan Garam Bisa Sembuhkan Sakit Gigi

Klaim tentang berkumur dengan air rebusan kulit batang mangga dan garam bisa menyembuhkan sakit gigi beredar di media sosial. Klaim tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 13 Mei 2022.

Akun Facebook tersebut mengunggah narasi berisi cara membuat ramuan dari kulit batang mangga dan garam untuk mengobati sakit gigi. Berikut narasinya.

 "Resep JITU..

Assalamualaikum wr wb

Berawal dari pngalaman pribadi sakit gigi g sembuh2 beberapa tahun yg lalu. dapat ilmu dari seseorang.

Jika sakit gigi sudah kambuh rasa sakitnya bisa sampai ke ubun-ubun. Banyak hal yang tidak bisa kita lakukan saat sakit gigi. Mulai dari susah makan, tidak bisa tidur, hingga melakukan aktivitas tertentu karena badan lemas. Pokoknya rasanya syahdu...

Resep JITU.. sdh terbukti di praktekkan ke diri pribadi dan beberapa orang. Alhamdulillah sembuh dan g pernah kambuh lagi..Bahan

1. Kerokan kulit batang mangga

2. Garam dapur

3. Air hangat.

Cara :

-Kupas kulit batang pohon mangga. Kerok bagian dalam kulit pohon mangga kira2 berukuran 10 x 10cm yg berwarna putih sampai keluar seratnya baik yg menempel d batang mangga, ataupun pada bagian putih yg menepel pada kulit bagian dalam kulit pohon yg sdh dikupas tdi.(Sembarang pohon mangga pokox yg sdh mengeluarkan getah dan kulitx sdah retak2, diutamakan pohon bagian kulit yg sdh tua).

-Masukkan ke dalam gelas kopi kecil. Tambahkan 1 sendok teh garam dapur aduk dengan air hangat lalu kumurkan sampai habis. Jgn lupa baca Bismilah

-Pada saat kumur usahakan tahan air di dalam mulut dan masuk kedalam gigi yg brlubang sampai air terasa dingin (sdh g hangat lagi). Ingat pakai air hangat ya... bukan air panas.Cma buat kumur ya... Jgan d minum atau d telan.Efek :

Padat saat pertama kumur,gigi yg sakit memang terasa tegang (pokokx sampai sujud2 keluar air mata)setelah 3-5 mnit akan hilang tegangx.

Syarat :

Setelah di kumur, gigi yg berlubang jgn d sedot/d sesap2x lgi supaya pembuluh darah pda gigi tidak pecah lg. Insya Allah 2 sampai 3x berturut2 kumur pada hari berikutx (untuk penanganan supayah lbih manteb) gigi yg sakit akan segera sembuh total.

Entah apa kandungannya dr kutit batang mangga dan garam dapur itu, sampai skarang belum tau. Yang penting sakit gigi hilang dan ga kambuh lagi.

Itulah beberapa bahan yang dapat menyembuhkan sakit gigi silahkan dicoba," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 2.300 kali dibagikan dan mendapat 184 komentar dari warganet.

Benarkah berkumur dengan air rebusan kulit mangga dan garam dapur bisa menyembuhkan sakit gigi? Simak hasil penelusurannya di sini.

 

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Merendam Kaki dengan Minyak Tanah, Garam, dan Es Bisa Sembuhkan Asam Urat

Klaim tentang merendam kaki menggunakan minyak tanah, garam dapur, dan es batu bisa mengobati asam urat hingga darah tinggi beredar di media sosial. Klaim ini disebarkan akun Facebook Ayo Hidup Sehat pada 19 Juni 2017.

Akun Facebook Ayo Hidup Sehat mengunggah narasi berisi tata cara mengobati asam urat hingga es batu. Berikut narasinya:

"Begni cara mengobati penyakit asam urat,kolestrol,tekanan darah tinggi..

Bahan yg di gunakan..

1.minyak tanah 1 liter

2.garam dapur 1 bks

3.es batu 2 bungkus di hancurkan..

Diaduk didalam tempat seperti Poto diatasi lalu rendam kaki kita sampai semampu kita menahan rasa sakitnya..di ulang trus sampai 4 kali setiap hari..

Selamat mencoba..Sudah terbukti," tulis akun Facebook Ayo Hidup Sehat.

Konten yang disebarkan akun Facebook Ayo Hidup Sehat telah 6.600 kali dibagikan dan mendapat 598 komentar warganet.

Benarkah klaim tentang merendam kaki menggunakan minyak tanah, garam dapur, dan es batu bisa mengobati asam urat hingga darah tinggi? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.


Membersihkan Hidung dengan Air Garam Dapat Menghancurkan Covid-19

 Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi membersihkan hidung dengan air garam dapat menghancurkan Covid-19 di tubuh. Informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Informasi tersebut menyebutkan, campuran garam krosok sebanyak satu sendok makan hingga menggunung dan air sebanyak 1 liter akan menghancurkan virus pada Covid-19.

Berikut isi dari klaim tersebut:

"Virus covid langsung hancur.. Sdh teruji...

Protokol Rakyat19 July 2021Oleh : Dahlan Iskan

CARA ahli virus ini tampil di YouTube sangat merakyat. Pun bahasanya, bahasa rakyat. Dicampur bahasa Jawa –ia alumnus SMAN 3 Semarang.

Sekilas ia bukan seperti ahli virus. Mirip orang desa pada umumnya. Duduknya santai, sambil merokok, dan hanya pakai kaus.

Tapi penjelasannya menarik. Ia mengistilahkan cara yang ditemukannya itu sebagai ''protokol rakyat''.

Menurutnya, rakyat berhak punya protokolnya sendiri.

Nama ahli virus itu, Anda sudah tahu: Indro Cahyono. Ia dokter hewan. Lulusan Universitas Gadjah Mada Jogja. Begitu banyak ahli virus yang latar belakangnya dokter hewan. Prof Dr Fedik Abdul Rantam, ketua Tim Vaksin Merah Putih Unair adalah juga dokter hewan. Prof Nidom ahli vaksin pendukung VakNus itu juga dokter hewan.

''Protokol Rakyat'' itu sederhana sekali. Juga murah sekali. Indro bisa mempertanggungjawabkan secara ilmiah.

''Protokol Rakyat'' itu didasari oleh penelitiannya sendiri pada virus Covid-19. Di sebuah lab di Bogor. Berbulan-bulan.

Memang cara drh Indro menyampaikan ''Protokol Rakyat'' itu seperti tidak ilmiah dan seperti bukan dari seorang ilmuwan.

Padahal ia seorang ilmuwan virus. Setelah jadi peneliti virus lebih 5 tahun, Indro ke University of Adelaide, Australia. Untuk memperdalam virology. Ia jadi student by research. Tidak harus kuliah. Ikut riset di sana. Bersama profesor-profesor virology di University of Adelaide.

Indro mempelajari gabungan molekular genetik dan sifat keganasan isolate virus dari paramyxovirus ,virus ND asal Indonesia

Peralatan ''Protokol Rakyat'' dari drh Indro itu sangat sederhana: sendok makan, botol plastik, baskom cuci baju, botol kecap atau botol cuka, dan corong kertas. Bahannya hanya dua macam: garam krosok dan air mineral.

Harga garam itu hanya Rp 3.000/kg. Harga air mineralnya Anda sudah tahu.

Jenis garam yang dipakai harus garam asli. Disebut garam krosok. Yang murah itu. Yang belum diolah di pabrik. Yang belum dicampur yodium.

Drh Indro menghindari bahasa ilmiah: NHCL. Rakyat tahunya ya garam krosok. Padahal maksudnya sama.

Caranya: garam satu sendok makan (sampai menggunung di sendok) dimasukkan ke dalam air 1 liter. Lalu dikocok sampai tercampur jadi air.

Air NHCL itu dimasukkan ke botol kecap atau botol cuka. Yang tutupnya berlubang kecil itu. Satu liter itu bisa dipakai beberapa kali.

Cara memakainya: duduklah di kursi. Anda pangku baskom besar untuk cuci baju. Atau baskom itu Anda taruh di meja di depan Anda. Lalu Anda ambil botol kecap yang sudah berisi NHCL tersebut. Tundukkan sedikit kepala. Miringkan ke kiri. Masukkan lubang tutup botol kecap itu ke lubang hidung kanan. Semprotkan NHCL ke dalam hidung –dengan cara memencet botolnya. Tiga atau lima kali. NHCL yang Anda semprotkan ke lubang kanan itu akan keluar di lubang kiri –jatuh ke baskom yang Anda pangku.

Lantas miringkan kepala ke kanan. Masukkan NHCL ke lubang hidung kiri. Air NHCL itu akan keluar dari lubang kanan, tumpah ke baskom.

Bisa juga tidak perlu pakai baskom. Anda bisa melakukan dengan cara duduk di kursi di dekat watafel. Wastafel itulah baskomnya. Seperti yang dilakukan Nick Nurrachman –komisaris Pelindo II yang dulu komisaris Kimia Farma.

Nick melakukan itu tiap empat jam sekali di siang hari. Dalam tiga hari Covidnya negatif. Pekan lalu.

Syaratnya Anda harus tahu kapan virus mulai masuk ke hidung. Atau ke mulut Anda. Protokol Rakyat itu harus dilakukan sebelum hari ke 5 terkena Covid. Yakni sebelum virusnya pindah ke paru atau ke bagian lain tubuh.

Begitu mudah. Begitu murah. Begitu tidak merepotkan orang lain. Tidak mengganggu APBN. Tapi Anda akan dimusuhi orang yang punya proyek di Covid.

Cara itu memang sederhana. Tapi untuk sampai di sana penelitiannya tidak sederhana. Berbulan-bulan drh Indro berada di lab. Di Bogor.

Virus Covid-19 itu begitu kuat melekat di dasar tabung lab. Berbagai cara melepaskannya tidak berhasil. Kuat sekali. Maka drh Indro memasukkan cairan NHCL.

Berbagai kadar NHCL sudah dicoba. Akhirnya ia menemukan: NHCL kadar 0,9 yang bisa melepaskan virus itu dari dasar tabung. Dan menghancurkannya.

Tentu rakyat akan sulit kalau berurusan dengan NHCL. Apalagi harus di kadar 0,9. Maka drh Indro membuat rumus yang sesuai dengan pemahaman rakyat: satu sendok-makan garam itu sama dengan 10 gram. Kalau dimasukkan ke air 1 liter berarti kadarnya sekitar 0,9. Kurang dari itu tidak ampuh. Kelebihan sedikit tidak apa-apa.

Penjelasan itu begitu mudah dipahami.

Bolehkah kita langsung beli NHCL 0,9 dari apotek? Tidak perlu beli garam?

“Boleh. Tapi lebih baik pakai garam krosok," katanya.

Berarti bagi yang merasa belum terkena Covid baik juga melakukan itu. Setidaknya tiga hari sekali –siapa tahu ada virus yang masuk ke hidung dan belum pindah ke paru.

Drh Indro orang yang santai. Ia orang yang mandiri. Kini ia memilih sebagai konsultan independen virology.

Sampai sekarang pun ia belum mau membuat tesis –sehingga belum bisa mendapat gelar S-2. Dan ia tidak peduli. "Sekarang pun kalau saya mau membuat tesis masih diterima," katanya. "Saya masih tetap menjadi partner riset profesor virology di University of Adelaide," tambahnya.

Tanpa ijazah S-2 ribuan orang sudah merasakan hasil risetnya. Ratusan ribu orang melaporkan hasil baik dari menjalankan protokol rakyat drh Indro.

(Dahlan Iskan)

https://youtu.be/ouUeJMV1WXg

Benarkah membersihkan hidung dengan air garam dapat menghancurkan Covid-19 di tubuh? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

 


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya