Simak Kumpulan Hoaks yang Menyerang Pemimpin WHO

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 19 Jun 2022, 12:00 WIB
Diperbarui 19 Jun 2022, 12:00 WIB
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) (AP Photo)
Perbesar
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) (AP Photo)

Liputan6.com, Jakarta- Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus kerap dijadikan bahan hoaks, dari seputar kesehatan hingga tentang sisi pribadinya.

Sebaran hoaks ini pun dapat menimbulkan persepsi yang salah terhadap orang nomor satu di WHO tersebut, sehingga dapat menyesatkan.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah hoaks seputar Tedros Adhanom, hasilnya sebagian pun terbukti hoaks.

Berikut kumpulan hoaks yang menyedang Dirjen WHO.

1. Video Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Menari dengan Berpakaian Minim

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menari kenakan pakaian minim.

Kalim video Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menari kenakan pakaian minim tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 9 Juni 2022.

Unggahan tersebut menampilkan foto Tedros mengenakan jas hitam dengan latar belakang logo WHO disandingkan dengan video seorang lelaki berambut pendek mengenakan baju dengan lengan terbuka dan celana pendek sedang menari sambil memegang gelas.

Unggahan klaim video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"WHO is WHO? 😂"

Benarkah klaim video Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menari dengan berpakaian minim? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Hoaks Berikutnya

2. Dirjen WHO Akui Beberapa Negara Gunakan Vaksin Booster untuk Membunuh Anak-Anak

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengakui beberapa negara gunakan vaksin booster untuk membunuh anak-anak. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 2 Januari 2022.

Unggahan klaim Direktur Jenderal WHO mengakui beberapa negara gunakan vaksin booster untuk membunuh anak-anak berupa video Tedros Adhanom Ghebreyesus yang sedang memberikan keterangan dengan durasi 53 detik.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Tedr os slips up and ad mits some countries using boo ster sho ts to ki ll chil dren 💥💥💥💥

Tedros tergelincir dan mengakui beberapa negara menggunakan temba kan bo os ter untuk mem bu n uh anak-anak.

Credit to HATS TRUTH 🎩

Please check

https://www.who.int/.../who-director-general-s-opening...#

27:20 of the audio version right from the WHO website. He said it. 👍🏼"

Benarkah klaim Direktur Jenderal WHO mengakui beberapa negara gunakan vaksin booster untuk membunuh anak-anak? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

 


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya