Sambut Era Industri 4.0, Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital

Oleh Liputan6.com pada 07 Jun 2022, 07:00 WIB
Diperbarui 07 Jun 2022, 07:00 WIB
Ilustrasi talenta digital. Marvin Meyer/Unsplash
Perbesar
Ilustrasi talenta digital. Marvin Meyer/Unsplash

Liputan6.com, Jakarta - Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) adalah modal utama bagi Indonesia menuju pembangunan nasional. Hal ini diungkap Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijino Moegiarso.

Susiwijino menyebut, pemerintah telah mengalokasikan anggaran pada bidang pendidikan yang mencapai Rp542,8 triliun.

“Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) kita untuk tahun 2020-2024, berbagai kebijakan pemerintah selalu mengedepankan pembangunan SDM yang berkualitas,” katanya dikutip dari Antara.

Dalam menyambut era industri 4.0 serta transformasi digital, Indonesia diprediksi membutuhkan sembilan juta talenta digital hingga tahun 2023. Pengembangan keterampilan digital diperkirakan memberikan kontribusi senilai Rp4.434 triliun kepada produk domestic bruto (PDB) di tahun 2023 yang dimana setara dengan 16 persen  PDB.

Susiwijono menambahkan pemerintah telah memberikan dukungan pengembangan talenta digital melalui berbagai program di antaranya Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship serta program Kartu Pelajar untuk mengembangkan keterampilan digital yang di mulai dari level dasar hingga maju.

Tahun 2020-2021 program Kartu Prakerja telah diberikan kepada 11,4 juta penerima dan tahun 2022 telah tersalurkan kepada 1,06 juta penerima.

“Program Kartu Prakerja menjadi salah satu contoh program yang dibangun secara digital dan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia,” ujarnya.

Disampaikan juga bahwa UMKM Indonesia saat ini telah berjumlah sekitar 64,2 juta usaha dan memberikan kontribusi 60,51 persen terhadap PDB atau senilai Rp9.580 triliun. Dengan adanya kontribusi tersebut akan semakin mendorong penguatan ekosistem UMKM melalui digitalisasi UMKM yang nantinya bisa meningkatkan produktivitas sektor tersebut.

Selain itu, pemerintah juga berusaha untuk meningkatkan serta menguatkan partisipasi UMKM Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital melalui dua pendekatan utama, yakni ekosistem UMKM/IKM melalui kemudahan perizinan dan penguatan ekosistem e-commerce yang meliputi penciptaan iklim usaha yang sehat dan infrastruktur digital.

Susiwijono berharap agar kedepannya negara-negara berkembang tidak lagi hanya menjadi pasar tetapi harus menjadi pemain utama di bidang ekonomi digital.

Dea Amanda/Universitas Multimedia Nusantara

Sumber: https://www.antaranews.com/berita/2920941/kemenko-peningkatan-kualitas-sdm-modal-utama-pembangunan-nasional

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya