Dinkes Kepri Ajak Warga Tak Terpengaruh Hoaks tentang Imunisasi

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 20 Mei 2022, 20:00 WIB
Diperbarui 29 Mei 2022, 15:43 WIB
banner cek fakta vaksin mr
Perbesar
Ilustrasi Imunisasi (Liputan6.com/Triyasni)

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menyebut bahwa informasi palsu atau hoaks menghambat capaian imunisasi dasar lengkap pada anak.

Kepala Dinkes Kepri Muhamad Bisri mengungkapkan, sebagian orang tua yang terpengaruh dengan informasi hoaks terkait dampak imunisasi.

Misalnya, sempat berdar kabar bahwa imunisasi menyebabkan bayi dan anak-anak cacat hingga meninggal dunia hingga dapat terinfeksi COVID-19.

Ia menegaskan bahwa informasi itu tidak dapat dipertanggungjawabkan. Program imunisasi dilaksanakan secara nasional oleh pemerintah untuk melindungi generasi penerus bangsa.

"Tidak mungkin pemerintah melakukan hal-hal yang merugikan anak bangsa. Justru sebaliknya, negara berupaya menjaga kesehatan anak bangsa," kata Bisri dilansir dari Antara, Jumat (20/5/2022).

Bisri mengatakan, capaian imunisasi dasar lengkap di Kepri baru mencapai 20 persen dari target 600 ribu orang. Capaian imunisasi yang relatif rendah di wilayah ini juga disebabkan pembatasan aktivitas sosial saat pandemi COVID-19.

"Kondisi sekarang sudah mulai normal. Kami menargetkan tahun ini mencapai 80 persen," ucap Bisri.

Menurut dia, Posyandu dan Puskemas merupakan garda terdepan dalam meningkatkan kesehatan anak bangsa. Posyandu dan Puskesmas akan lebih masif mengajak warga untuk imunisasi dasar lengkap.

"Kami akan bersinergi dengan dinkes kabupaten dan kota mendorong posyandu dan puskesmas meningkatkan jumlah anak untuk mendapatkan imunisasi," tambah dia.

Imunisasi diberikan kepada bayi berusia 9 bulan-15 tahun. Jenis imunisasi yang diberikan BCG Polio 1 untuk mencegah penularan Tuberculosis dan Polio, serta DPT-HB-Hib 1 Polio 2, untuk mencegah polio, difteri, batuk, tetanus, Hepatitis B, Meningitis, dan Pneumonia.

"Ada juga imunisadi DPT-HB-Hib 2 Polio 3, DPT-HB-Hib 3 Polio 4, dan imunisasi campak," katanya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya