Pesan Berantai Hoaks Sepekan: Subsidi Rp 2 Juta dari Telkom hingga Gelombang Panas Melanda Indonesia

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 18 Mei 2022, 15:00 WIB
Diperbarui 18 Mei 2022, 15:00 WIB
ilustrasi Hoax
Perbesar
ilustrasi Hoax {Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah kabar hoaks masih beredar di media sosial selama sepekan terakhir. Beberapa di antaranya menyebar dalam bentuk pesan berantai.

Satu di antaranya informasi subsidi biaya komunikasi Rp 2 juta dari PT Telkom Indonesia. Pesan berantai itu ramai dibagikan sejak awal pekan ini.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 10 Mei 2022. Dalam postingannya terdapat link website dengan logo Telkom Indonesia. Postingan tersebut disertai dengan narasi:

"Hadiah Anda adalah: 2000000 Rupiah, ikuti instruksi di halaman berikutnya untuk mengklaim hadiah Anda!

1. Bagikan dengan 5 grup/20 teman di Whatsapp (klik ikon 'Whatsapp" di bawah)

2. Klik "Lanjutkan" dan klaim hadiah Anda."

Namun setelah ditelusuri, pesan berantai yang menawarkan subsidi biaya komunikasi Rp 2 juta dari PT Telkom Indonesia adalah hoaks.

Faktanya, pesan berantai itu bukan berasal dari PT Telkom Indonesia. Masyarakat diminta untuk tidak langsung percaya, serta tidak membagikan informasi yang tidak jelas sumbernya.

Selain informasi subsidi biaya komunikasi Rp 2 juta dari PT Telkom Indonesia, terdapat pesan berantai hoaks lainnya yang telah ditelusuri selama sepekan. Berikut rangkumannya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 


PT Pos Indonesia Bagikan Subsidi Rp 2 Juta

Cek Fakta subsidi dari PT Telkom Indonesia
Perbesar
Cek Fakta subsidi Rp 2 juta dari PT Telkom Indonesia

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi PT Pos Indonesia bagikan subsidi Rp 2 juta dengan mengisi kuesioner. Kabar tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Informasi PT Pos Indonesia bagikan subsidi Rp 2 juta dengan mengisi kuesioner berupa tautan, setelah tautan tersebut diklik maka mengarah pada halaman situs yang terdapat logo PT Pos Indonesia dan tulisan sebagai berikut.

"🎉Pos Indonesia Subsidi Pemerintah!🎊

Selamat!Pos Indonesia Subsidi Pemerintah!

Melalui kuesioner, Anda akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan 2000000 Rupiah."

Setelah ditelusuri, informasi PT Pos Indonesia bagikan subsidi Rp 2 juta ternyata tidak benar alias hoaks.

Pos Indonesia mengimbau masyarakat untuk tidak mengklik tautan tersebut dan tetap berhati-hati akan informasi yang tersebar luas pada aplikasi pesan dan media sosial yang mengatasnamakan Pos Indonesia.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

 


Gelombang Panas Melanda Indonesia dan Bahaya jika Minum Air Dingin

Tangkapan layar informasi gelombang panas melanda Indonesia dan bahaya jika meminum air dingin
Perbesar
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri informasi gelombang panas melanda Indonesia dan bahaya jika meminum air dingin

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi gelombang panas melanda Indonesia bahaya jika meminum air dingin, informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp. Berikut informasi gelombang panas melanda Indonesia bahaya jika meminum air dingin.

"Buat saudara ku yang baikSiapkan diri menghadapiGelombang Panas

Banyak Minum yaaa

Hindari minum ES

Minum seteguk demi seteguk jangan langsung

Bisa sampai 40-50 derajat. Silahkan kondisikan tubuh.

AWAS..!!!!!

*GELOMBANG PANAS KINI MELANDA NEGARA KITA

--------------------------------

Indonesia, Malaysia,Singapura dan bbrp negara lain. saat ini sedang mengalami gelombang panas.

Apa tips yang harus dilakukan dan dihindari simak ya

Harap perhatikan hal hal berikut ini:

1. Seorang teman dokter datang ke saya mengatakan, cuaca sangat panas. Di siang hari, bisa mencapai 40C.

Katanya:”Pada 40 derajat, jangan Anda langsung minum air es! Pembuluh darah mikro bisa meledak. Seorang temannya, dari terkena terik matahari masuk ke rumah, mencuci kaki dengan air dingin. Pandangan mata jadi kabur, dia pun pingsan.

2. Suhu di beberapa tempat telah mncapai 38C atau lebih.Dlm kondisi ini, jaga suhu tubuh agar lebih tinggi.Bahaya ini tak hanya dari minum air es/dingin. Bahaya ini dapat terjadi bahkan sekedar mencuci tangan/muka/ kaki.Anda tidak boleh menyiram/menyeka bagian tubuh yg panas terkena sengatan terik, dengan air dingin.Anda membutuhkan sekitar 30 menit untuk membuat tubuh menjadi dingin sesuai suhu dalam ruangan.Minumlah air hangat suam, 34-36 Celcius.

3. Seorang dokter di rumah sakit, memeriksa seorang pria yang sangat sehat. 3 tahun kemudian, dokter tsb bertemu pria itu lagi dalam kondisi stroke. Pria itu pun bercerita:

"Beberapa waktu lalu, hari amat panas. Setelah kembali ke rumah, agar cepat dingin, saya segera mandi air dingin. Lalu, saya tidak dapat menggerakkan rahang dengan benar. Segera saya panggil ambulans untuk membawaku ke rumah sakit.."

Ingat, terutama di hari yang panas, hindari air dingin karena akan menyebabkan kontraksi pembuluh darah yang cepat.

Yang di rumah ada anak kecil, harus memberi tahu pembantu dan seisi rumah tentang hal ini.

* Akhir-akhir ini cuaca panas di atas normalWalau mungkin kita rasa nyaman bila minum dingin.., namun, itu sangat berbahaya !*Hindari meneguk langsung minuman. Minumlah sedikit-demi sedikit, dengan perlahan

Sebarkan pesan ini ke keluarga-kerabat sekitar kita."

Setelah ditelusuri, informasi tentang gelombang panas melanda Indonesia dan bahaya jika meminum air dingin merupakan hoaks.

Gelombang panas terjadi pada wilayah yang terletak pada lintang menengah dan tinggi. Sementara wilayah Indonesia terletak di wilayah ekuator yang secara sistem dinamika cuaca tidak memungkinkan terjadinya gelombang panas.

Fenomena panas terik yang terjadi belakangan ini dipicu beberapa hal, yaitu posisi semu matahari saat ini sudah berada di wilayah utara ekuator yang mengindikasikan bahwa sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau.

Hal ini menyebabkan tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujan akan sangat berkurang, sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari akan cukup mendominasi.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya