Mitos Kesehatan Sepekan: Vaksin Covid-19 Penyebab Hepatitis Akut hingga Tepung Terigu Sembuhkan Luka Bakar

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 17 Mei 2022, 11:00 WIB
Diperbarui 17 Mei 2022, 11:00 WIB
ilustrasi Cek Fakta kesehatan
Perbesar
ilustrasi Cek Fakta

Liputan6.com, Jakarta - Informasi hoaks terus bermunculan di media sosial, tidak terkecuali hoaks dan mitos kesehatan yang dapat mempengaruhi masyarakat.

Satu di antaranya informasi yang diklaim vaksin covid-19 sebagai penyebab hepatitis akut pada anak-anak. Pesan berantai itu beredar sejak pekan lalu.

Berikut isi pesan berantai itu selengkapnya:

"Setelah miliaran manusia disuntik paksa fucksin C19 atas perintah elit global kpd seluruh pemerintah di berbagai negara. Kini baru mulai berbagai jurnal kedokteran dan universitas2 elite internasional yg dlm kendali Rockefeller mengakui efek merusak alias KIPI fucksin C19 thd manusia.

Kini barulah mereka akui bhw terjadi peningkatan kasus serangan jantung akibat suntikan faksin C19.

Salah satunya yg baru dirilis adalah hasil riset dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Salah satu kampus paling keren di USA.[7/5 20.12] Iin Sodik: Studi Ilmiah: Vaksin C0VID menyebabkan Autoimun Hepatitis Akut, setelah WHO mengeluarkan 'Peringatan Global' tentang Hepatitis Akut di kalangan Anak-Anak

dailyexpose.uk/2022/04/28/new-study-confirms-covid-jab-causes-hepatitis-kids

Vaksinasi C0VID dapat menimbulkan hepatitis Akut!sciencedirect.com/science/article/pii/S0168827822002343

Lindungi Nyawa Rakyat!Kenapa pemerintah Indonesia hanya sibuk membantah?Kenapa tidak melakukan penyelidikan segera?Apa khawatir bisnis vaksin hancur?(sudah ada hasil penelitian ilmiah dari luar negeri, efek dari vaksinasi Covid yg menyebabkan Hepatitis Akut)

Sebuah studi ilmiah baru yang diterbitkan 21 April 2022, telah menyimpulkan bahwa vaksinasi Covid-19 dapat menimbulkan hepatitis yang dimediasi imun dominan sel T (peradangan hati) dengan patomekanisme unik yang terkait dengan vaksinasi yang diinduksi imunitas residen jaringan spesifik antigen yang membutuhkan imunosupresi sistemik. Temuan ini muncul hanya beberapa hari setelah Organisasi Kesehatan Dunia mengeluarkan 'peringatan global' tentang bentuk baru hepatitis parah yang menyerang anak-anak; dan setelah Pemerintah Inggris mengumumkan meluncurkan penyelidikan mendesak setelah mendeteksi lebih tinggi tingkat peradangan hati (hepatitis) pada anak-anak dari biasanya, setelah menyingkirkan virus umum yang menyebabkan kondisi tersebut."

Namun setelah ditelusuri, informasi yang diklaim vaksin covid-19 sebagai penyebab hepatitis akut pada anak-anak adalah tidak benar.

Selain informasi yang diklaim vaksin covid-19 sebagai penyebab hepatitis akut, terdapat mitos kesehatan lain yang telah ditelusuri selama sepekan. Berikut rangkumannya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Air Rebusan Nanas Bisa Membunuh Sel Kanker

Gambar Tangkapan Layar Klaim Palsu Air Nanas Panas Bisa Membunuh Sel Kanker (sumber: Facebook).
Perbesar
Gambar Tangkapan Layar Klaim Palsu Air Nanas Panas Bisa Membunuh Sel Kanker (sumber: Facebook).

Klaim air rebusan buah nanas bisa membunuh sel kanker beredar di media sosial. Klaim tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 20 Desember 2021.

Akun Facebook tersebut mengunggah sebuah video berisi narasi bahwa air rebusan nanas dapat membunuh sel kanker. Berikut narasinya:

"Air Nanas Panas bisa menyelamatkan Anda seumur hidup.

Nanas Panas >< dapat membunuh sel kanker!

✓Potong 2-3 serpihan nanas tipis dalam secangkir, tambahkan air panas, itu akan menjadi "air alkali", minum setiap hari, itu baik untuk siapa saja.

✓Air Nanas Panas melepaskan zat anti kanker, yang merupakan kemajuan terbaru dalam pengobatan kanker yang efektif di bidang medis.

✓Sari buah nanas panas memiliki efek untuk membunuh kista dan tumor.

✓Air Nanas Panas dapat membunuh semua kuman dan racun dari dalam tubuh akibat dari alergi

✓Jenis pengobatan dengan ekstrak nanas hanya menghancurkan sel-sel ganas, itu tidak mempengaruhi sel-sel sehat.

✓Selain itu, asam amino dan polifenol nanas dalam jus nanas dapat mengatur tekanan darah tinggi, efektif mencegah penyumbatan pembuluh darah dalam, menyesuaikan sirkulasi darah dan mengurangi pembekuan darah.

Setelah membaca, beri tahu yang lain, keluarga & teman.

Jaga Kesehatanmu Sebelum Sakitmu Datang...!Semoga Bermanfaat," demikian narasi dalam video tersebut.

"ASSALAMUALAIKUM.. SAHABAT "VLUPH" 🌹," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 386 kali ditonton dan mendapat 456 komentar warganet.

Setelah ditelusuri, klaim air rebusan buah nanas bisa membunuh sel kanker ternyata tidak benar. Faktanya, air rebusan buah nanas tidak bisa menyembuhkan dan membunuh sel kanker.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.


Tepung Terigu Sembuhkan Luka Bakar

Gambar Tangkapan Layar Klaim Tepung Terigu Bisa Menyembuhkan Luka Bakar (sumber: Facebook).
Perbesar
Gambar Tangkapan Layar Klaim Tepung Terigu Bisa Menyembuhkan Luka Bakar (sumber: Facebook).

 

Kabar tentang tepung terigu bisa menyembuhkan luka bakar pada kulit kembali beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 9 Mei 2022 lalu.

Akun Facebook tersebut mengunggah narasi berisi klaim bahwa tepung terigu ampuh untuk menyembuhkan luka bakar pada kulit. Berikut isinya:

"Save aja semoga bermanfaat..

#Tips penanganan tersiram minyak panas, semoga bermanfaat...!!!

Semoga bermanfaat bagi anggota PMI yang interaksinya banyak didapur. Saya Copas dari sebelah.

Hari ini sekilas tadi saya membaca postingan tentang orang yang tersiram minyak panas, sudah dibawa kedokter namun tetap melepuh. Lalu bingung penangannya.

Saya jadi tergelitik untuk membuat postingan ini, sebenarnya sudah pernah saya share di WA story waktu kejadian. Sekarang saya coba share di fb agar bermanfaat untuk lebih banyak orang.

Sebenarnya sayapun pernah mengalami, tapi kan gak sempat selfi 🙈. Jadi ini ambil pengalaman anak saya beberapa bulan lalu waktu bantu saya goreng pempek.

Karena dia tidak mengikuti arahan maka hal ini terjadi.

Dan hal itu pula yang menimpa Kiya anak saya. Minyak sekitar 2 literan lebih diwajan ikut muncrat semua hingga tertinggal tinggal kurang dari stengah liter.

Bisakah anda bayangkan bagaimana luka bakar & bagaimana kulit akan melepuh saat terciprat minyak panas hampir 2 liter diwajah & tangan. Bahkan minyak yang tersiram diwajah sampai pucat seperti habis cuci muka.

Lalu bagaimana penangannya ?

Ada yg dioles odol / pasta gigi ? Stop jangan lakukan itu akan menambah proses pembakaran dikulit.

Langsung dibawa ke dokter ?

Stop jangan panik & jangan langsung dibawa kedokter. Waktu yang terbuang untuk mengeluarkan mobil/motor juga perjalanan menuju klinik akan membuat proses pembakaran dikulit semakin parah. Dokter hanya akan memberi salep dan itu tidak akan membuat kulit anda aman. Kulit akan tetap melepuh dengan rasa panas setidaknya seharian.

Tips saya, selalu punya stock terigu didapur untuk hal-hal seperti ini. Lebih bagus lagi bila terigu disimpan dikulkas.

Begitu tersiram / terciprat minyak panas / air panas. Masukkan dalam terigu / taburi dengan terigu dibagian yang terkena.

Diamkan hingga rasa panas hilang, baru kemudian terigu dibilas. Untuk kasus kecil 15-30 menit biasanya rasa panas mulai hilang.

Untuk kasus besar seperti yang menimpa anak saya Kiya, terciprat minyak panas hingga hampir 2 liter. Pengalaman kemaren mendiamkan hingga 2 jam baru hilang rasa panasnya dan kemudian kami bilas terigunya. Dan untunglah saya selalu stock terigu, itu terigu 1 kg saya taburkan semua dibagian yang terkena minyak panas, bisa dilihat difoto kiya yg penuh lapisan tetigu.

Dan bisa dilihat difoto setelah dibilas, diwajah tidak melepuh, hanya memerah dibeberapa bagian tapi tidak terlalu tampak. Dan bisa dilihat yang ditangan juga sama sekali tidak melepuh, hanya memerah dibeberapa bagian. Tapi tidak melepuh dan tidak terasa panas lagi.

Selanjutnya tinggal dibelikan salep diapotik untuk luka bakar seperti bioplasenton dan lain-lain, agar pemulihan kulit yang memerah bisa lebih cepat sembuh.

Semoga bermanfaat.

Boleh di share ataupun di copy paste. Sebar seluas-luasnya informasi ini, barangkali dapat bermanfaat untuk lebih banyak orang.

Trimakasih," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang diunggah akun Facebook tersebut telah 432 kali dibagikan dan mendapat 49 komentar warganet.

Setelah ditelusuri, klaim tepung terigu dapat menyembuhkan luka bakar pada kulit ternyata tidak benar alias hoaks. Klaim ini sempat beredar beberapa tahun lalu.

Faktanya, pertolongan pertama untuk mencegah luka bakar agar tidak menjadi lebih parah dengan mengeluarkan panasnya di dalam tubuh. Caranya bisa dengan menggunakan air sejuk yang mengalir.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

 


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya