6 Hoaks yang Beredar Sepekan, Simak Faktanya

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 16 Mei 2022, 11:00 WIB
Diperbarui 18 Mei 2022, 14:29 WIB
Ilustrasi hoax
Perbesar
Ilustrasi hoax. (via: istimewa)

Liputan6.com, Jakarta- Sebaran hoaks di media sosial dan aplikasi percakapan semakin beragam, dari yang hanya sekedar lelucon hingga masuk kategiru seruis sehingga dapat merugikan.

Serbuan hoaks ini sebaiknya harus diwaspadai pengguna media sosial, membuat kita selektif dalam mempercayai informasi yang didapat dengan memastikan kebenarannya.

Hal ini merupakan salah satu cara agar kita terhindar dari hoaks yang dapat merugikan. Untuk memastikan benar atau salah informasi yang diperoleh kita bisa melakukannya sediri secara online, simak carannya dalam halaman berikut ini.

Cek Fakta Liputan6.com pun terus melakukan penelusuran informasi viral dalam sepekan. Hasilnya sebagian informasi terbukti tersebut hoaks.

Berikut 6 hoaks yang beredar dalam sepekan.

1. PT Pos Indonesia Bagikan Subsidi Rp 2 Juta

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi PT Pos Indonesia bagikan subsidi Rp 2 juta dengan mengisi kuesioner. Kabar tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Informasi PT Pos Indonesia bagikan subsidi Rp 2 juta dengan mengisi kuesioner berupa tautan, setelah tautan tersebut diklik maka mengarah pada halaman situs yang terdapat logo PT Pos Indonesia dan tulisan sebagai berikut.

"🎉Pos Indonesia Subsidi Pemerintah!🎊

Selamat!Pos Indonesia Subsidi Pemerintah!

Melalui kuesioner, Anda akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan 2000000 Rupiah."

Benarkah PT Pos Indonesia bagikan subsidi Rp 2 juta dengan mengisi kuesioner? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Hoaks Berikutnya

2. Drummer Foo Fighters Taylor Hawkins Meninggal karena Vaksin Covid-19

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim Drummer Foo Fighters Taylor Hawkins meninggal karena vaksin Covid-19. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 4 April 2022. 

Unggahan klaim Drummer Foo Fighters Taylor Hawkins meninggal karena vaksin Covid-19. tersebut berupa tulisan sebagai berikut.

"Drummer Foo Fighters Taylor Hawkins meninggal dunia pada usia 50 tahun.

Bukti publik,serta informasi dari orang dalam,menunjukkan bahwa kemungkinan besar penyebab kematiannya adalah miokarditis yang diinduksi v4ks1nnnn c0b1d10tttt.Penggunaan narkoba mungkin telah memperburuk masalah sampai batas tertentu.

WAKE UP-ALL!!"

Benarkah klaim Drummer Foo Fighters Taylor Hawkins meninggal karena vaksin Covid-19? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

 

3. Subsidi Biaya Komunikasi Rp 2 Juta dari PT Telkom Indonesia

Beredar di media sosial pesan berantai yang menawarkan subsidi biaya komunikasi Rp 2 juta dari PT Telkom Indonesia. Pesan berantai itu ramai dibagikan sejak awal pekan ini.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 10 Mei 2022. 

Dalam postingannya terdapat link website dengan logo Telkom Indonesia. Postingan tersebut disertai dengan narasi:

"Hadiah Anda adalah: 2000000 Rupiah, ikuti instruksi di halaman berikutnya untuk mengklaim hadiah Anda!

1. Bagikan dengan 5 grup/20 teman di Whatsapp (klik ikon 'Whatsapp" di bawah)

2. Klik "Lanjutkan" dan klaim hadiah Anda."

Lalu benarkah pesan berantai yang menawarkan subsidi biaya komunikasi Rp 2 juta dari PT Telkom Indonesia? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

 

4. Bank BRI Tagih Nasabah Rp 150 Ribu Per Bulan Untuk Biaya Transaksi

Beredar di media sosial postingan berisi pengumuman dari Bank BRI yang menagih biaya transaksi sebesar Rp 150 ribu per bulan. Postingan ini beredar sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 5 Mei 2022.  

Berikut isi postingannya:

 

<p>Cek Fakta biaya nasabah Bank BRI</p>

Lalu benarkah Bank BRI menagih biaya transaksi sebesar Rp 150 ribu per bulan pada nasabahnya? Simak hasil penelusurannya dalam halaman berikut ini.

 


Hoaks Selanjutnya

5. Video Ini Ma'ruf Amin Salat Jenazah Disertai Rukuk dan Sujud

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Wakil Presiden Ma'ruf Amin salat jenazah disertai rukuk dan sujud. Informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Klaim video Wakil Presiden Ma'ruf Amin salat jenazah disertai rukuk dan sujud menampilkan sejumlah orang sedang mendampingi seorang yang mengenakan baju putih penutup kepala hitam, kemudian seorang yang mengenakan baju putih tersebut terlihat sedang melakukan gerakan salat.

Dalam video terdapat tulisan "RAMAI JADI PERBINCANGAN ADA YANG TAU BAPAK INI SHALAT Bapak INI SALAT APA!!".

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Viral,sampai memalukan,sesudah lebaran,ada pejabat malasia yg wafat,indonesia mengutus wakil peresiden kemalasia utk ta'ziyah beserta ibu dan paspamfres,begitu solat jenajah Alloh hilangkan 'ilmu dan barokah WAKIL PERESIDEN,BEGITU SOLAT JENAZAH PAKE RUKU DAN SUJUD,EDAAAAN,SEMUA AJUDAN DAN DUTA BESAR MALU DAN BINGUNG,JUGA PARA ULAMA MALASIA YG MAU JADI MA'!Mum pada bubar,karna MA'RUP AMIN SOLAT JENAZAH PAKE RUKU DAN SUJUUUUD,MALU KITA PUNYA WAKIL YG GELAR KIYAI HILANG DICABUT BAROKAH ILMUNYA OLEH ALLOH SWT😭😭😭😭😭😭😭😭ngeriiiiiiiiii wahai saudarakuuuuuuuuuuuuuuuuuuuui,akibat suruh rakyat makan pisang 2,dia makan kenyang dari duit rakyat yg lagi susaaaaaah".

Benarkah video Wakil Presiden Ma'ruf Amin salat jenazah disertai rukuk dan sujud? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

 

6. Vaksin Covid-19 Penyebab Hepatitis Akut pada Anak-Anak

Beredar di media sosial dan aplikasi percakapan pesan berantai yang mengklaim vaksin covid-19 sebagai penyebab hepatitis akut pada anak-anak. Pesan berantai itu beredar sejak pekan lalu.

Berikut isi pesan berantai itu selengkapnya: 

"Setelah miliaran manusia disuntik paksa fucksin C19 atas perintah elit global kpd seluruh pemerintah di berbagai negara. Kini baru mulai berbagai jurnal kedokteran dan universitas2 elite internasional yg dlm kendali Rockefeller mengakui efek merusak alias KIPI fucksin C19 thd manusia.

Kini barulah mereka akui bhw terjadi peningkatan kasus serangan jantung akibat suntikan faksin C19.

Salah satunya yg baru dirilis adalah hasil riset dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Salah satu kampus paling keren di USA.[7/5 20.12] Iin Sodik: Studi Ilmiah: Vaksin C0VID menyebabkan Autoimun Hepatitis Akut, setelah WHO mengeluarkan 'Peringatan Global' tentang Hepatitis Akut di kalangan Anak-Anak

dailyexpose.uk/2022/04/28/new-study-confirms-covid-jab-causes-hepatitis-kids

Vaksinasi C0VID dapat menimbulkan hepatitis Akut!sciencedirect.com/science/article/pii/S0168827822002343

Lindungi Nyawa Rakyat!Kenapa pemerintah Indonesia hanya sibuk membantah?Kenapa tidak melakukan penyelidikan segera?Apa khawatir bisnis vaksin hancur?(sudah ada hasil penelitian ilmiah dari luar negeri, efek dari vaksinasi Covid yg menyebabkan Hepatitis Akut)

Sebuah studi ilmiah baru yang diterbitkan 21 April 2022, telah menyimpulkan bahwa vaksinasi Covid-19 dapat menimbulkan hepatitis yang dimediasi imun dominan sel T (peradangan hati) dengan patomekanisme unik yang terkait dengan vaksinasi yang diinduksi imunitas residen jaringan spesifik antigen yang membutuhkan imunosupresi sistemik. Temuan ini muncul hanya beberapa hari setelah Organisasi Kesehatan Dunia mengeluarkan 'peringatan global' tentang bentuk baru hepatitis parah yang menyerang anak-anak; dan setelah Pemerintah Inggris mengumumkan meluncurkan penyelidikan mendesak setelah mendeteksi lebih tinggi tingkat peradangan hati (hepatitis) pada anak-anak dari biasanya, setelah menyingkirkan virus umum yang menyebabkan kondisi tersebut."

Lalu benarkah pesan berantai yang mengklaim vaksin covid-19 sebagai penyebab hepatitis akut pada anak-anak? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya