Daftar Hoaks Terkini yang Menyasar Perusahaan BUMN, dari Subsidi sampai Biaya Tagihan

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 16 Mei 2022, 09:00 WIB
Diperbarui 16 Mei 2022, 09:11 WIB
Ilustrasi hoax
Perbesar
Ilustrasi hoax. (via: istimewa)

Liputan6.com, Jakarta- Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kerap menjadi sasaran hoaks, informasi palsu tersebut disebar dengan beragam sajian yang beragam dari pembagian subsidi hingga tagihan biaya perbankan.

Cek Fakta Liputan6.com pun terus melakukan penelusuran informasi seputar perusahaan BUMN. Hasilnya sebagian informasi terbukti tersebut hoaks.

Di tengah serbuan hoaks seputar BUMN sebaiknya kita selektif dalam mempercayai informasi, dengan memastikan kebenarannya terlebih dahulu. Hal ini merupakan salah satu cara agar kita terhindar dari hoaks yang dapat merugikan.

Untuk memastikan benar atau salah informasi yang diperoleh kita bisa melakukannya sediri secara online, simak carannya dalam halaman berikut ini.

Berikut daftar hoaks terkini yang menyasar perusahan BUMN

1. PT Pos Indonesia Bagikan Subsidi Rp 2 Juta

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi PT Pos Indonesia bagikan subsidi Rp 2 juta dengan mengisi kuesioner. Kabar tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Informasi PT Pos Indonesia bagikan subsidi Rp 2 juta dengan mengisi kuesioner berupa tautan, setelah tautan tersebut diklik maka mengarah pada halaman situs yang terdapat logo PT Pos Indonesia dan tulisan sebagai berikut.

"🎉Pos Indonesia Subsidi Pemerintah!🎊

Selamat!Pos Indonesia Subsidi Pemerintah!

Melalui kuesioner, Anda akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan 2000000 Rupiah."

Benarkah PT Pos Indonesia bagikan subsidi Rp 2 juta dengan mengisi kuesioner? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Subsidi dari Telkomsel

2. Subsidi Biaya Komunikasi Rp 2 Juta dari PT Telkom Indonesia

Beredar di media sosial pesan berantai yang menawarkan subsidi biaya komunikasi Rp 2 juta dari PT Telkom Indonesia. Pesan berantai itu ramai dibagikan sejak awal pekan ini.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 10 Mei 2022. 

Dalam postingannya terdapat link website dengan logo Telkom Indonesia. Postingan tersebut disertai dengan narasi:

"Hadiah Anda adalah: 2000000 Rupiah, ikuti instruksi di halaman berikutnya untuk mengklaim hadiah Anda!

1. Bagikan dengan 5 grup/20 teman di Whatsapp (klik ikon 'Whatsapp" di bawah)

2. Klik "Lanjutkan" dan klaim hadiah Anda."

Lalu benarkah pesan berantai yang menawarkan subsidi biaya komunikasi Rp 2 juta dari PT Telkom Indonesia? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

 


Biaya Transaksi BRI dan Subsidi Listrik dari PLN

3. Bank BRI Tagih Nasabah Rp 150 Ribu Per Bulan Untuk Biaya Transaksi

Beredar di media sosial postingan berisi pengumuman dari Bank BRI yang menagih biaya transaksi sebesar Rp 150 ribu per bulan. Postingan ini beredar sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 5 Mei 2022.  

Berikut isi postingannya:

 

<p>Cek Fakta biaya nasabah Bank BRI</p>

Lalu benarkah Bank BRI menagih biaya transaksi sebesar Rp 150 ribu per bulan pada nasabahnya? Simak hasil penelusurannya dalam halaman berikut ini.

 

5. PLN Bagikan Subsidi Listrik Sebesar Rp 5 Juta Lewat Tautan Ini

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi PLN bagikan subsidi listrik sebesar Rp 5 juta, kabar tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Informasi PLN bagikan subsidi listrik sebesar Rp 5 juta berupa tautan sebagai berikut.

"tertiaryparasite.top/pln-76th/tb.php?gjbymmab1651271074345"

Jika tautan tersebut diklik maka muncul halaman situs yang terdapat tulisan sebagai berikut

"Congratulations!

PLN Government Electricity Subsidy!

Through the questionnaire, you will have a chance to get 5000000 Rupiah."

Benarkah informasi PLN bagikan subsidi listrik sebesar Rp 5 juta? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya