5.960 Hoaks Seputar Covid-19 Beredar di Medsos, Simak Rinciannya

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 15 Mei 2022, 17:00 WIB
Diperbarui 15 Mei 2022, 17:00 WIB
Ilustrasi hoax
Perbesar
Ilustrasi hoax. (via: istimewa)

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks seputar Covid-19 beredar luas di tengah pandemi, kondisi ini menjadi masalah dalam penanganan penularan penyakit yang diakibatkan oleh virus SARS-CoV-2 tersebut.

Sebaran hoaks Covid-19 pun terus meningkat dan semakin beragam, berdasarkan catatan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) hingga 15 Mei 2022 sebanyak 5.960 hoaks beredar di media sosial dengan temuan isu hoaks Covid-19 mencapai 2.183 unggahan.

Dikutip dari situs resmi Kominfo, dari 5.960 hoaks seputar Covid-19 yang tersebar diberbagai media sosial sampai, paling banyak diunggah lewat Facebook sebanyak 5.233. Peredaran hoaks seputar Covid-19 terbesar ke dua lewat Twitter sebanyak 578 unggahan.

Sebaran hoaks seputar Covid-19 ke tiga banyak terdapat di YouTube mencapai 55 unggahan, sedangkan sebaran ke empat terdapat di Instagram dengan 52 unggahan dan sebaran ke lima terdapat di TikTok dengan 42 unggahan.

 


Sebaran Hoaks Seputar Covid-19 Meningkat

Jumlah sebaran hoaks seputar Covid-19 di media sosial pada 15 Mei 2022 mengalami meningkat dibandingkan 14 Mei 2022 sebanyak 5.956 sebaran hoaks seputar Covid-19 beredar di media sosial, dengan temuan isu mencapai 2.183 konten.

Hoaks seputar Covid-19 tersebut paling banyak beredar lewat Facebook mencapai 5.229 unggahan. Hoaks seputar Covid-19 terbanyak kedua tersebar lewat Twitter sebanyak 578 unggahan.

Sebaran hoaks seputar Covid-19 ketiga terbanyak lewat YouTube, mencapai 55 unggahan. Sedangkan sebaran hoaks seputar Covid-19 terbanyak keempat terdapat di Instagram dengan 52 unggahan dan sebaran kelima terbanyak lewat TikTok dengan 42 unggahan.

 


Penanganan Hoaks Seputar Covid-19

Kominfo pun telah menangani hoaks seputar Covid-19 untuk menghentikan sebarannya, pada periode yang sama sebanyak 5.685 hoaks seputar Covid-19 telah ditindaklanjuti dan 767 konten telah diserahkan ke penagak hukum.

Sebaran hoaks seputar Covid-19 yang terus meningkat harus diwaspadai, agar kita tidak dirugikan karena mempercayai informasi palsu.

Agar tidak menjadi korban hoaks seputar Covid-19 sebaiknya kita selektif dalam mempercayai informasi, dengan memastikan kebenarannya terlebih dahulu. Hal ini merupakan salah satu cara agar kita terhindar dari hoaks yang dapat merugikan.

Untuk memastikan benar atau salah informasi yang diperoleh kita bisa melakukannya sediri secara online, simak carannya dalam halaman berikut ini.

Cek Fakta Liputan6.com pun terus melakukan penelusuran informasi seputar Covid-19. Hasilnya sebagian informasi terbukti tersebut hoaks, simak kumpulan hoaks tersebut di sini.

 


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya