Sebaran Hoaks Seputar Covid-19 Meningkat Jadi 5.952, Terbanyak Beredar di Facebook

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 13 Mei 2022, 21:00 WIB
Diperbarui 13 Mei 2022, 21:00 WIB
Ilustrasi hoax
Perbesar
Ilustrasi hoax. (via: istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Hoaks seputar Covid-19 semakin beragam dan jumlahnya pun terus meningkat, berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebaran hoaks hingga 13 Mei 2022 bertambah menjadi 5.952 unggahan.

Sebaran hoaks Covid-19 tersebut dapat merugikan bagi pihak yang mempercayainya, sehingga informasi bohong seputar Covid-19 sama berbahayanya dengan penyakit yang diakibatkan oleh virus SARS-CoV-2 ini.

Agar tidak menjadi korban hoaks sebaiknya kita harus tetap mewaspadai informasi yang didapat, dengan memastikan kebenaran informasi yang didapat sebelum mempercayainya. Selain itu dengan mengikuti tips seperti yang ada di halaman berikut ini.

Dikutip dari situs resmi Kominfo, dari 5.952 hoaks seputar Covid-19 yang tersebar diberbagai media sosial sampai, paling banyak diunggah lewat Facebook sebanyak 5.225. Peredaran hoaks seputar Covid-19 terbesar ke dua lewat Twitter sebanyak 578 unggahan.

Sebaran hoaks seputar Covid-19 ke tiga banyak terdapat di YouTube mencapai 55 unggahan, sedangkan sebaran ke empat terdapat di Instagram dengan 52 unggahan dan sebaran ke lima terdapat di TikTok dengan 42 unggahan.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Sebaran Hoaks Meningkat

Jumlah sebaran hoaks seputar Covid-19 di media sosial pada 13 Mei 2022  meningkat dibandingkan 12 Mei 2022 sebanyak 5.949 sebaran hoaks seputar Covid-19 beredar di media sosial, dengan temuan isu mencapai 2.183 konten.

Hoaks seputar Covid-19 tersebut paling banyak beredar lewat Facebook mencapai 5.222 unggahan. Hoaks seputar penyakit yang diakibatkan oleh virus SARS-CoV-2 tersebut terbanyak kedua tersebar lewat Twitter sebanyak 578 unggahan.

Sebaran hoaks seputar Covid-19 ketiga terbanyak lewat YouTube, mencapai 55 unggahan. Sedangkan sebaran hoaks seputar Covid-19 terbanyak keempat terdapat di Instagram dengan 52 unggahan dan sebaran kelima terbanyak lewat TikTok dengan 42 unggahan.

 Cek Fakta Liputan6.com pun terus melakukan penelusuran informasi seputar Covid-19. Hasilnya sebagian informasi terbukti tersebut hoaks, simak kumpulan hoaks tersebut dalam halaman berikut ini.


Penanganan Hoaks

Kominfo pun telah menangani hoaks seputar Covid-19 untuk menghentikan sebarannya, pada periode yang sama sebanyak 5.681 hoaks seputar Covid-19 telah ditindaklanjuti dan 767 konten telah diserahkan ke penagak hukum.

Hoaks seputar Covid-19 paling banyak dihapus beredar lewat Facebook, jumlahnya mencapai 4.979 unggahan dari 5.222 sebaran.

Instansi tersebut juga menghapus hoaks seputar Covid-19 yang beredar di Twitter sebanyak 563 unggahan dari 578 sebaran hoaks.

Kominfo juga menghapus hoaks seputar Covid-19 yang beredar di YouTube sebanyak 54 unggahan dari 55 sebaran hoaks yang disebar dari platform berbagi video tersebut.

Hoaks Covid-19 yang beredar di Instagram pun tak luput dari penertiban Kominfo, sebanyak 44 dari 52 sebaran unggahan telah dihapus. Berikutnya adalah TikTok, sebanyak 26 unggahan hoaks seputar Covid-19 telah dihapus Kominfo dari 42 sebaran.


Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya